FAJAR, MAKASSAR – Sebanyak 6.047 jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.
Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan proses pemulangan berjalan lancar.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan bahwa pemulangan dilakukan secara bertahap sejak situasi keamanan kawasan meningkat.
“Sebanyak 6.047 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah penerbangan yang telah dijadwalkan,” ujar Ichsan.
Ia menjelaskan, pada 28 Februari 2026, sekitar 4.200 jemaah dipulangkan melalui 12 penerbangan. Selanjutnya, 2.047 jemaah lainnya kembali menggunakan lima penerbangan tambahan.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan tertib dan mengutamakan keselamatan jemaah. Koordinasi terus dilakukan dengan otoritas terkait dan maskapai penerbangan,” lanjutnya.
Meski demikian, ribuan jemaah Indonesia lainnya masih berada di Arab Saudi dan terus dipantau oleh pemerintah. Otoritas mengimbau para jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan dari penyelenggara perjalanan.
Pemerintah juga mengingatkan calon jemaah yang belum berangkat agar memperhatikan perkembangan situasi sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci. (jpnn/*)





