Marinir Amerika Serikat (AS) menembaki demonstran di Karachi, Pakistan saat penyerbuan Konsulat AS pada Minggu (1/3) lalu. Dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa Marinir AS memang melepaskan tembakan ketika massa menerobos kompleks diplomatik tersebut.
Dalam laporan Reuters disebutkan, keterlibatan Marinir AS menembaki demonstran di Karachi menjadi konfirmasi pertama bahwa pasukan tersebut ikut menembak saat kerusuhan berlangsung.
Namun, kedua pejabat AS mengatakan belum jelas apakah peluru yang ditembakkan mengenai atau menewaskan seseorang.
Mereka juga menyebut belum diketahui apakah tembakan turut dilepaskan oleh pihak lain yang bertugas melindungi misi diplomatik, termasuk petugas keamanan swasta dan polisi setempat.
Aksi protes tersebut berujung maut. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas setelah para demonstran berhasil menjebol tembok luar kompleks konsulat di Karachi, demikian seperti dilansir AlJazeera.
Juru bicara pemerintah provinsi, Sukhdev Assardas Hemnani, sebelumnya mengatakan bahwa personel keamanan telah membuka tembakan, tetapi tidak merinci afiliasi mereka.
Hingga kini belum ada keterangan resmi tambahan mengenai siapa saja yang melepaskan tembakan fatal dalam insiden tersebut.





