Trump Sebut Perang AS dengan Iran Diproyeksikan Berlangsung 4-5 Pekan, Klaim Rakyat Amerika Terancam

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres di ruang sidang DPR di Gedung Capitol AS di Washington, Selasa, 24 Februari 2026, sementara Wakil Presiden JD Vance dan Ketua DPR Mike Johnson dari Louisiana mendengarkan. (Sumber: Foto AP/Mark Schiefelbein)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pihaknya memproyeksikan perang dengan Iran akan berlangsung empat hingga lima pekan. Namun, Trump mengakui perang dengan Iran dapat berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan.

Trump berdalih serangan yang dilancarkan terhadap Iran karena negara itu dinilai menghadirkan "ancaman nyata" bagi AS. Sebab, Iran memiliki program rudal balistik yang bisa menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS di luar negeri.

"Tujuan dari program rudal itu adalah melindungi pengembangan senjata nuklir mereka dan menyulitkan siapa pun mencegah mereka membuat senjata nuklir yang sangat kami larang," kata Trump dikutip Al Jazeera, Senin (2/3/2026).

"Rezim Iran yang dipersenjatai rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tidak bisa ditoleransi Timur Tengah, juga rakyat AS."

Baca Juga: Menlu Iran Tegaskan Tak Sedang Berperang dengan Negara-Negara Timur Tengah tapi AS

Trump mengeklaim Teheran masih menghadirkan ancaman dari program nuklir kendati AS telah menggempur Iran pada Juni 2025 lalu. Dalam serangan pada tahun lalu itu, Trump mengeklaim telah "menghancurkan program nuklir Iran."

Berdasarkan konstitusi AS dan hukum internasional, serangan terhadap negara lain harus berdasarkan respons atas ancaman yang nyata. Sedangkan Presiden AS diberi kewenangan konstitusional bertindak secara unilateral jika terdapat ancaman nyata.

Usai serangan gabungan AS-Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Trump telah memberi pernyataan yang menyebut Iran sebagai ancaman dan menuduh Teheran "mengobarkan perang atas peradaban."

Perang AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari 2026 dilaporkan telah membunuh setidaknya 555 orang di Iran. Sedangkan 13 orang terbunuh di Lebanon, 10 di Israel, 3 di Uni Emirat Arab, 2 di Irak, serta masing-masing satu korban tewas di Oman, Bahrain, dan Kuwait.

Baca Juga: PBNU Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Berpotensi Membangkitkan Radikalisme dan Ekstremisme

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • donald trump
  • perang iran
  • serangan as israel ke iran
  • iran
  • pembunuhan khamenei
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Menyatakan Hormati Putusan MK yang Hapus Frasa Kontroversial dalam Pasal Obstruction of Justice UU Tipikor
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Psikolog Imbau Pilah Informasi Tentang Isu Perang Guna Jaga Kesehatan Mental
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bandara Dubai Mulai Buka Penerbangan Terbatas Usai Terdampak Perang AS-Iran
• 20 jam laludetik.com
thumb
THR Belum Dibayar? Laporkan ke Link Ini, Gubernur Juga Wajib Bentuk Posko Pengaduan di Daerah
• 8 jam laludisway.id
thumb
Tantangan Candil Eks Seurieus Jadi Dukun di Setannya Cuan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.