WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pihaknya memproyeksikan perang dengan Iran akan berlangsung empat hingga lima pekan. Namun, Trump mengakui perang dengan Iran dapat berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan.
Trump berdalih serangan yang dilancarkan terhadap Iran karena negara itu dinilai menghadirkan "ancaman nyata" bagi AS. Sebab, Iran memiliki program rudal balistik yang bisa menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS di luar negeri.
"Tujuan dari program rudal itu adalah melindungi pengembangan senjata nuklir mereka dan menyulitkan siapa pun mencegah mereka membuat senjata nuklir yang sangat kami larang," kata Trump dikutip Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
"Rezim Iran yang dipersenjatai rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tidak bisa ditoleransi Timur Tengah, juga rakyat AS."
Baca Juga: Menlu Iran Tegaskan Tak Sedang Berperang dengan Negara-Negara Timur Tengah tapi AS
Trump mengeklaim Teheran masih menghadirkan ancaman dari program nuklir kendati AS telah menggempur Iran pada Juni 2025 lalu. Dalam serangan pada tahun lalu itu, Trump mengeklaim telah "menghancurkan program nuklir Iran."
Berdasarkan konstitusi AS dan hukum internasional, serangan terhadap negara lain harus berdasarkan respons atas ancaman yang nyata. Sedangkan Presiden AS diberi kewenangan konstitusional bertindak secara unilateral jika terdapat ancaman nyata.
Usai serangan gabungan AS-Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Trump telah memberi pernyataan yang menyebut Iran sebagai ancaman dan menuduh Teheran "mengobarkan perang atas peradaban."
Perang AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari 2026 dilaporkan telah membunuh setidaknya 555 orang di Iran. Sedangkan 13 orang terbunuh di Lebanon, 10 di Israel, 3 di Uni Emirat Arab, 2 di Irak, serta masing-masing satu korban tewas di Oman, Bahrain, dan Kuwait.
Baca Juga: PBNU Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Berpotensi Membangkitkan Radikalisme dan Ekstremisme
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- serangan as israel ke iran
- iran
- pembunuhan khamenei





