KEDIRI (Realita) - BMKG Dhoho Kediri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri Raya.
Cuaca ekstrem tersebut dipicu dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 90S yang terpantau di wilayah selatan Jawa (3/3).
Baca juga: Sidak SDN Pakunden 1, Wali Kota Kediri Soroti Tiga Ruang Kelas Rusak
Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Dhoho Kediri, Satria Kridha, menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya pihaknya mendeteksi adanya gelombang Rossby yang kemudian diikuti kemunculan bibit siklon tropis 90S sejak awal Maret. Meski peluang bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, dampaknya tetap signifikan terhadap kondisi cuaca di Jawa Timur.
“Area konvergensi angin akibat fenomena tersebut memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa, termasuk Kediri dan sekitarnya,” ujar Satria. Wilayah yang terdampak meliputi Kediri Raya, yakni Kota dan Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, serta Nganjuk.
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem masih berlangsung hingga 5 Maret 2026, dengan puncak ancaman diperkirakan terjadi pada 4 Maret. Setelah itu, intensitas cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun pada sore hari tanggal 5 hingga pagi 6 Maret. “Tanggal 4 itu yang paling perlu diwaspadai karena area konvergensi masih berada di wilayah Jawa,” jelasnya.
Baca juga: Rp516 Juta untuk Warga Rentan, ATENSI Menjangkau Disabilitas dan Lansia
Satria juga menyebutkan bahwa hujan lebat hingga sangat lebat telah terjadi pada 2 Maret lalu di sejumlah wilayah, termasuk Blitar dan Pare, Kabupaten Kediri, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa potensi hujan ekstrem masih nyata dan perlu diantisipasi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang lapuk saat hujan turun, karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir. Pengendara, khususnya sepeda motor, juga diminta segera menepi apabila jarak pandang menurun akibat hujan lebat.
Baca juga: Literasi Naik Bus, Kolaborasi Disarpus-Dishub Kota Kediri Menyapa Generasi Kalcer
Selain itu, BMKG mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan selatan Jawa agar lebih waspada.
Keberadaan bibit siklon tropis di selatan Jawa berpotensi menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut, sehingga berisiko terhadap keselamatan pelayaran.nia
Editor : Redaksi





