JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta usai terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Pantauan Kompas.com, Fadia dan dua orang lainnya tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 10.22 WIB menggunakan mobil hitam KPK.
Namun, ketiga tidak memasuki gedung melalui pintu depan, melainkan pintu belakang.
Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
“Sampai di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 10.22 WIB,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa.
Budi mengatakan, OTT yang menjerat Fadia Arafiq ini terkait dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan.
“Kami akan sampaikan secara lengkapnya ini terkait dengan pengadaan di dinas mana saja,” ujarnya.
Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bareng Ajudan dan Orang Kepercayaannya
Budi mengatakan, saat ini, tim secara paralel sedang berada di Pekalongan untuk melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penanganan perkara ini.
Selain itu, tim masih melakukan pencarian kepada sejumlah pihak terkait OTT tersebut
“Kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini, sehingga jalannya proses penanganan perkara yang saat ini ada di tahap penyelidikan bisa berjalan secara efektif,” ucap dia.
Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK, Ini Respons Golkar
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafia dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa.
Budi mengatakan, saat ini, KPK membawa Fadia dan sejumlah pihak ke Gedung Merah Putih, Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



