Mentan Sebut Program MBG Bikin Harga Telur Stabil

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan dalam menjaga stabilitas harga telur dan ayam di tingkat peternak.

"Ini yang alhamdulillah luar biasa MBG. MBG ini membuat harga telur stabil," kata Amran dalam pelepasan ekspor telur dan produk olahan unggas, di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (3/3).

Amran menjelaskan, mekanisme dalam program MBG bekerja dengan cara menyerap produksi saat harga di pasar sedang turun. Dengan begitu, harga di tingkat peternak tak jatuh terlalu dalam.

"Kenapa ada MBG? Kalau harga turun, MBG menyerap. Kemudian swasta mengekspor. Indahnya kalau kita kolaborasi," ujarnya.

Dia kembali menegaskan pola kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga keseimbangan pasar unggas nasional.

"Saya ulang. MBG menyerap telur dan ayam, manakala harga turun, MBG menyerap dan selebihnya swasta yang mengekspor. Jadi antara peternakan rakyat dan perusahaan, gandengan tangan," lanjut Amran.

Dengan pola itu, Amran berupaya memastikan keberlangsungan usaha peternak rakyat tetap terjaga, sementara perusahaan swasta mengambil peran dalam memperluas pasar ekspor.

Berdasarkan laman Info Pangan Jakarta, rata-rata harga telur ayam di Jakarta mencapai Rp 32.083 per kg pada hari ini, Selasa (3/3), naik Rp 100 dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional BI, harga telur ayam ras secara nasional rata-rata Rp 32.600 per kg, naik Rp 50 dibandingkan hari sebelumnya.

Harga Cabai Rawit Ditarget Turun di Pekan Ketiga Ramadan

Dalam kesempatan yang sama, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan harga cabai rawit kembali turun dan mendekati level normal pada pekan ketiga Ramadan seiring masuknya masa panen raya di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa.

Plt. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan harga cabai rawit yang sempat melonjak kini mulai mengalami penurunan.

"Cabai rawit itu sekarang sudah mulai turun karena di beberapa sentra ada panen. Harga pangan lain secara umum relatif stabil," ucap Sarwo Edhy kepada wartawan.

Edhy menyebut salah satu kendala stabilisasi harga sebelumnya adalah faktor cuaca. Pada musim hujan, petani cenderung menunda panen karena risiko kerusakan produk.

"Para petani kan biasanya enggan memanen ketika musim hujan. Karena kalau musim hujan dipanen, itu biasanya busuk. Nah, itu kendalanya," sebutnya.

Menurut Edhy, ketika cuaca membaik dan tidak turun hujan, petani langsung memanfaatkan waktu untuk memanen dan mendistribusikan hasilnya ke pasar.

Harga cabai rawit yang sebelumnya sempat menembus di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg) kini berangsur turun. Di tingkat pengecer, harga disebut sudah berada di kisaran Rp 70 ribu per kg.

"Saya dengar tadi pagi sekitar 70 (ribu) di pengecer, mungkin kalau di Kramat Jati sekitar 65 ribu atau 60 ribu. Harga acuan pemerintah, harga pembelian pemerintah itu 57 ribu. Memang untuk cabai rawit merah ini agak tinggi," papar dia.

Adapun terkait proyeksi harga kembali ke kisaran Rp 50 ribu per kg, Sarwo menyebut momentum panen raya akan menjadi faktor penentu di pekan ketiga Ramadan.

"Minggu ketiga puasa ini sudah mulai panen raya. Itu informasi dari Ditjen Hortikultura," imbuh dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Kena OTT KPK, Bupati Pekalongan Dibawa ke Jakarta
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum
• 23 jam lalusuara.com
thumb
THR ASN, TNI/Polri dan Pensiunan 2026 Cair Bertahap, Anggaran Rp55 T, Ini Rincian Serta Komponennya
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Undang Jokowi, Megawati, dan SBY ke Istana Malam Ini
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelang Debut di All England 2026, Alwi Farhan: Alhamdulillah Salah Satu Impian Saya Jadi Kenyataan
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.