Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Indramayu
Bulan suci Ramadan dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan keilmuan dan wawasan keislaman. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, puluhan warga lanjut usia mengikuti pesantren Ramadan lansia di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan.
Berbeda dengan pesantren pada umumnya yang identik dengan anak-anak dan remaja, pesantren Ramadan ini justru diisi para santri lanjut usia yang tetap bersemangat menuntut ilmu agama di usia senja.
Selama kegiatan berlangsung, para lansia mengikuti berbagai aktivitas keagamaan, mulai dari belajar membaca iqro, tilawah Al-Qur’an, hingga mendengarkan ceramah agama yang disampaikan setiap hari.
Relawan Inspirasi Rumah Zakat Indramayu, Lastri Mulyani, mengatakan program ini dirancang agar lansia mampu belajar membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan masing-masing peserta.
"Kegiatan lansia selama pesantren Ramadan mulai dari tilawah Al-Qur’an bagi yang sudah lancar membaca, mereka berkelompok membaca satu orang satu juz, dan dalam sepuluh hari bisa empat kali khatam. Sedangkan yang belum lancar membaca Al-Qur’an belajar iqro," ujar Lastri Mulyani, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Selain pembelajaran mengaji, peserta juga mengikuti kultum dengan tema berbeda setiap harinya serta kegiatan sedekah sampah sebagai bagian dari edukasi sosial dan lingkungan.
Lastri menambahkan, program pesantren Ramadan lansia dibuat inklusif sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti kegiatan tanpa melihat tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an.
"Program ini dibuat inklusif, baik lansia yang sudah mahir maupun yang masih belajar dasar tetap bisa mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan pesantren Ramadan," ucapnya.
Kebahagiaan mengikuti kegiatan ini juga dirasakan para peserta. Salah satunya Catu Uripah (69) yang mengaku pesantren Ramadan membantu meningkatkan pengetahuan agama sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi para lansia.
"Banyak nilai yang didapat dari pesantren Ramadan lansia. Ngaji membaca iqro dan membaca Al-Qur’an, saya sudah dua kali khatam, dan banyak juga yang masih belajar iqro di sini," ungkap Catu Uripah.
Pesantren Ramadan lansia ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan memperbanyak amal ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan.
Editor: Redaksi TVRINews





