FAJAR, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih menyusul klaim serangan udara terbaru dari pihak Teheran. Garda Revolusi Iran mengamuk dengan melancarkan gempuran drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.
Serangan balasan ini dilaporkan meluas hingga menyebabkan Kedubes di Saudi terkena dampak cukup signifikan pada Selasa (3/3/2026) pagi.
Berikut adalah rangkuman situasi terkini terkait eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Serangan Udara ke Bahrain
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menginstruksikan pasukannya untuk melakukan serangan “drone dan rudal besar-besaran”.
Target utama operasi ini adalah pangkalan militer Amerika Serikat yang terletak di Sheikh Isa, Bahrain.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, IRGC mengerahkan kekuatan tempur berupa: 20 unit drone penyerang dan 3 rudal balistik jarak menengah.
Klaim dari pihak IRGC menyebutkan bahwa gempuran tersebut berhasil menghancurkan pusat komando serta markas utama pangkalan, hingga memicu kebakaran hebat di lokasi tersebut.
Kedutaan Besar AS di Riyadh Jadi Sasaran
Tidak hanya menyasar fasilitas militer, gelombang serangan Iran juga menyasar misi diplomatik Negeri Paman Sam.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan ikut menjadi korban serangan drone yang memaksa kantor diplomatik tersebut menghentikan aktivitasnya sementara waktu.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi adanya insiden di sekitar gedung Kedubes. “Berdasarkan penilaian awal, dua drone menyerang Kedubes AS di Riyadh, menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan minor pada struktur bangunan,” tulis pernyataan resmi yang dikutip AFP.
Langkah Evakuasi Massal Diplomat AS
Merespons situasi keamanan yang semakin tidak menentu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat langsung mengambil langkah proteksi maksimal.
Perintah evakuasi telah dikeluarkan bagi seluruh staf diplomatik beserta anggota keluarga mereka yang berada di Bahrain, Irak, dan Yordania.
Para diplomat diinstruksikan untuk segera meninggalkan negara-negara tersebut. Hal ini guna menghindari potensi serangan susulan yang diprediksi masih akan terus diluncurkan oleh pihak Iran sebagai bentuk aksi balasan. (*)





