Pasar Saham Korsel Anjlok 7%, Mata Uang Won Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pasar saham Korsel, Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), anjlok 452,22 poin atau 7,24 persen ke level 5.791 poin pada penutupan perdagangan, Selasa (2/3).

Angka ini menandai harga penutupan terendah sejak 20 Februari 2026 lalu saat indeks berakhir pada posisi 5.808,53.

"Anjloknya pasar saham ini akibat sentimen kekhawatiran investor terhadap geopolitik yang meningkat akibat konflik Timur Tengah yang masih berlangsung," tulis laporan Kantor Berita Yonhap seperti yang dikutip kumparan, Selasa (3/3).

Operator bursa utama negara tersebut yakni Korea Exchange atau KRX, mengeluarkan kebijakan sell side sidecar selama 5 menit sekitar tengah hari. Kebijakan ini menangguhkan penjualan kontrak berjangka KOSPI untuk sementara waktu.

Sementara itu, mata uang won Korea juga melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat. Won Korea berada di posisi 1.466,1 won terhadap dolar Amerika Serikat pada pukul 15.30 sore waktu setempat.

Posisi ini menunjukkan penurunan sebesar 26,4 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Langkah Stabilisasi Pasar

Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemerintah akan memantau pasar energi serta pasar keuangan, baik domestik maupun global.

"Selama dua puluh empat jam penuh," tulis laporan tersebut.

Pemerintah juga menyatakan kesiapannya untuk menerapkan program stabilisasi pasar dengan dukungan dana setidaknya 100 triliun won atau sekitar USD 68,4 miliar jika sewaktu waktu diperlukan.

Kondisi pasar modal sendiri sempat mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari ini. Sementara itu, meski harga minyak internasional terus menunjukkan fluktuasi, kementerian mencatat bahwa laju kenaikan harga mulai menunjukkan tanda tanda melambat.

Pemerintah juga menegaskan akan memberikan tindakan tegas terhadap praktik pasar yang tidak adil, termasuk operasi penyebaran berita bohong yang mencoba memanfaatkan sentimen negatif investor.

Wakil Menteri Keuangan, Lim Ki Keun, telah memerintahkan para pejabat kementerian untuk memantau status pelaksanaan anggaran pemerintah secara menyeluruh.

"Fokus utama pemantauan ini diarahkan pada perusahaan ekspor, perusahaan pelayaran, serta warga negara Korea Selatan yang berada di luar negeri guna meminimalkan dampak kerugian yang terhubung dengan krisis ini," kata Lim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Geopolitik Global, Dasco: Prabowo Ingin Dengar Masukan Presiden dan Wapres Terdahulu
• 16 menit laluokezone.com
thumb
Rapor Legiun Asing Persib setelah Imbang vs Persebaya: Siapa Tertinggi, Siapa Mengecewakan?
• 15 jam lalubola.com
thumb
Tanggul Tuntang yang Jebol Sudah Ditutup, Jalan Semarang-Godong Ditargetkan Pulih H-7 Lebaran
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pentagon Rilis Video Serangan Rudal Tomahawk ke Iran | KOMPAS PETANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Sultra Alokasikan Rp30 Miliar untuk Rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.