Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Pasca turun dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) 20 Februari 2026 kemarin, Gunung Api Ile Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kembali erupsi dua kali. Erupsi pertama terjadi Selasa, 3 Maret 2026, sekira pukul 09:42 WITA. Tinggi kolom abu capai 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu erupsi pertama, teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi kurang lebih 50 detik.
Foto erupsi kedua
Sementara erupsi kedua terjadi pukul 13:55 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 1.500 meter di atas puncak atau 3.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 49 detik.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain laporan PVMBG, berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Boru. Ada erupsi susulan yang kembali terjadi pukul 14.00 WITA. Ia menyampaikan situasi sempat agak mencekam, pasalnya erupsi pertama dan kedua dalam kondisi diguyur hujan deras.
Masyarakat diminta agar tenang dan mengikuti arahan Pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya. Serta tetap mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Lewotobi Laki-laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
Masyarakat terdampak hujan abu vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-laki, wajib memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Pemerintah Daerah diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki.
Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.
Editor: Redaksi TVRINews





