Melihat Lokasi Ermanto Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasur Berdarah Jadi Saksi

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Ermanto Usman (65) ditemukan tewas bersimbah darah di atas kasurnya pada Senin (2/3) dini hari. Pensiunan PT JICT ini diduga menjadi korban pembunuhan.

Sang istri, Pasmilawati (60) ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi kritis. Keduanya sama-sama mengalami luka di bagian kepala diduga akibat hantaman benda tumpul.

Tempat Kejadian Perkara adalah di dalam kamar pasutri itu yang terletak pada lantai satu rumah. Saat kumparan menengok ke lokasi kejadian pada Selasa (3/3), police line sudah terpasang dan tengah diadakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasur Ermanto dan istri masih menyisakan bercak darah. Sementara, jendela kamar yang menyambung dengan garasi rumah pecah karena upaya keluarga untuk masuk ke dalamnya. Sebelumnya diduga, pelaku juga masuk lewat jendela.

Saat itu, menjelang sahur, Pasmilawati biasanya menyiapkan hidangan. Namun, sampai sekitar pukul empat pagi tidak ada tanda-tanda ia terbangun hingga anak bungsunya curiga.

Saat mau masuk ke dalam kamar, rupanya kamar itu terkunci dari dalam dan kuncinya hilang. Keluarga pun memecahkan kaca jendela kamar itu.

Selain jendela yang pecah itu, tak tampak adanya kerusakan lain pada jendela lainnya.

Tembok Pembatas Kompleks

Di seberang rumah pasutri itu, terbentang tembok pembatas kompleks dengan sebuah kebun. Kebun itu menyambung langsung dengan Jalan Raya Kalimalang.

Polisi menduga pelaku tak masuk lewat pos sekuriti yang berada di depan kompleks di pinggir Jalan Caman Raya, namun lewat kebun itu dan memanjat tembok.

Menurut pantauan kumparan, tembok itu setinggi sekitar dua meter. Tak ada beling maupun kawat yang terbentang di atasnya.

Dari sisi dalam kompleks, tampak dibangun tembok kecil dengan gundukan tanah di tengahnya untuk menaruh tanaman setinggi sekitar dua setengah jengkal. Gundukan itu membuat tembok lebih mudah dipanjat.

Anak Harap Pelaku Ditemukan

Hingga saat ini, upaya mencari titik terang kasus ini masih dilakukan. Sementara, tak ada CCTV di rumah korban maupun di kompleks tersebut.

Polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa ini murni pembunuhan atau perampokan. Barang yang hilang dari rumah itu hanyalah dua kunci mobil.

Sang anak sulung pasutri tersebut, Putra (33), berharap pelaku cepat ditangkap.

“Ayah saya meninggal di bulan suci Ramadan. Dan saya terima kasih untuk teman-teman pers yang sudah memberikan informasi yang sangat jujur, transparan, semoga Allah balas semua kejujuran teman-teman pers di sini untuk mengungkap siapa sebetulnya pelaku dari perbuatan ini,” ucap Putra ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/3).

“Semoga Allah lipat gandakan semua proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kebaikan dari teman-teman polisi dan juga pers di bulan suci ini kita bisa sama-sama menemukan siapa pelakunya,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OTT KPK Terhadap Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah Lionel Messi, Berikut Lima Superstar Lainnya yang akan Mengguncang MLS, Amerika Serikat
• 6 jam lalubola.com
thumb
Konflik Memanas, Donald Trump Prediksi Perang Melawan Iran 4-5 Pekan | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Potensi Harga Bahan Bakar Naik Imbas Konflik Iran-AS, Momentum Penjualan BEV?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Coppa Italia: Tampil Dominan, Como Ditahan Inter Milan di Semifinal Leg 1
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.