JAKARTA, DISWAY.ID— Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meningkatkan pengawasan terhadap potensi ancaman terorisme di tengah dinamika dan eskalasi situasi global yang semakin memanas.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menyatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri dalam menyikapi perkembangan global yang melibatkan banyak negara, kelompok, serta berbagai kepentingan.
"Sebagaimana arahan Kapolri, terhadap adanya penilaian bahwa situasi global sedang memanas saat ini, yang mana selain melibatkan banyak negara juga melibatkan banyak kelompok dan kepentingan," katanya kepada awak media, Selasa (3/3/2026).
BACA JUGA:Konflik di Timur Tengah Meningkat, KP2MI Siapkan Langkah Evakuasi PMI
BACA JUGA:Harga Mobil Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Kronologi Pengadaan dan Pengembaliannya Diungkap CV Afisera
"Oleh karena itu Densus 88 turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat," lanjutnya.
Ia menegaskan, peningkatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipatif guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Oleh karena itu, Densus 88 memperkuat deteksi dini dan pemetaan potensi ancaman, termasuk memonitor perkembangan situasi internasional yang berpotensi berdampak pada kondisi keamanan dalam negeri.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Langkah ini juga bertujuan mempertahankan capaian zero terrorist attack jelang Lebaran 2026, di tengah konflik global seperti perang AS-Israel vs Iran.





