Teheran, VIVA – Mantan pemain Barcelona Munir El Haddadi membagikan pengalaman mencekam saat berada di Iran ketika serangan militer Amerika Serikat dan Israel mengguncang sejumlah wilayah. Situasi yang mendadak genting membuat Munir harus meninggalkan negara tersebut lewat jalur darat setelah penerbangan dibatalkan.
Munir mengaku awalnya sudah berada di dalam pesawat dan bersiap meninggalkan Iran. Namun rencana itu berubah drastis.
“Kami sudah berada di pesawat untuk berangkat dan mereka memberi tahu bahwa kami harus turun,” ujar Munir menceritakan situasi yang dialaminya dilansir dari El Chiringuito TV.
Penutupan ruang udara akibat serangan membuat seluruh penerbangan dihentikan. Kepanikan pun terjadi, termasuk di kalangan pemain asing yang berkarier di liga Iran bersama Esteghlal. Munir yang pernah bermain bersama Lionel Messi di FC Barcelona itu kemudian memutuskan mencari alternatif lain demi keselamatan.
Ia mengungkapkan suasana mencekam semakin terasa setelah mendapat kabar dari orang terdekat.
“Seorang teman mengirimi saya pesan bahwa mereka telah menyerang tempat kami berada,” katanya.
Karena tak ada kepastian kapan penerbangan kembali dibuka, Munir memilih perjalanan darat. Ia menempuh perjalanan panjang dengan mobil menuju perbatasan negara tetangga. Perjalanan tersebut memakan waktu berjam-jam di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman.
Munir menyebut keputusan itu diambil demi keselamatan diri dan keluarganya. Meski tegang, ia bersyukur bisa keluar dari Iran dengan selamat.
Kisah Munir menjadi gambaran nyata bagaimana konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada dunia olahraga. Atlet profesional yang datang untuk bermain sepak bola mendadak harus menghadapi situasi darurat dan membuat keputusan cepat demi bertahan.
Kini Munir fokus untuk kembali ke keluarganya dan memastikan situasi benar-benar aman sebelum memikirkan kelanjutan kariernya.





