Geopolitik Memanas, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Indonesia

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang masih membayangi pada awal 2026.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa perekonomian global secara umum masih menunjukkan kinerja yang relatif baik. Kondisi tersebut tercermin dari penguatan kinerja manufaktur global serta tren pemulihan keyakinan konsumen di berbagai negara.

“OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ujar Friderica dalam Konferensi Pers OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Namun demikian, peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Di Amerika Serikat, perekonomian pada kuartal IV 2025 tercatat tumbuh 1,4 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Tekanan inflasi kembali meningkat sehingga ekspektasi pelonggaran suku bunga pada pertengahan tahun mulai menurun.

Sementara itu, di kawasan Asia, perekonomian Tiongkok masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan domestik di tengah berlanjutnya krisis sektor properti. Meski demikian, kinerja eksternal Tiongkok dinilai masih menunjukkan ketahanan.

Baca Juga: OJK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke Perekonomian Indonesia

Baca Juga: Tanpa Lonjakan Industri, DEN Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Sulit Tercapai

Baca Juga: OJK Targetkan 75% Emiten Penuhi Free Float 15% di Tahun Pertama

Dari sisi domestik, OJK mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh solid sebesar 5,39 persen secara tahunan (year-on-year). Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen.

Meski demikian, Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis meskipun menunjukkan moderasi. Aktivitas manufaktur nasional juga tetap berada dalam fase ekspansi memasuki 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Lee Seon-woo, Ko Hee-jin Justru Terpukau ke Bintang Muda Ini usai Red Sparks Menang Telak
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Apes, Pelaku Jambret di Jakbar Ditangkap Polisi usai Pura-Pura Tolong Korban
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Undian Fase Grup Piala Asia 2027 Akan Digelar di Lokasi Bersejarah April Mendatang
• 13 jam lalubola.com
thumb
Prediksi Skor Persija vs Borneo FC 3 Maret 2026: Susunan Pemain dan Head to Head
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Farhan beri tenggat waktu proyek galian kabel tuntas 5 Maret
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.