Klaim Amran ini merujuk pada sejumlah komoditas pangan yang mengalami swasembada seperti beras hingga telur kemasan.
IDXChannel - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengeklaim stok pangan nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Klaim Amran ini merujuk pada sejumlah komoditas pangan yang mengalami swasembada seperti beras hingga telur kemasan.
"Swasembada beras itu sudah dominan di sektor pangan kita. Swasembada beras Insya Allah, 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Doakan itu (stok beras) di April 5 juta ton dan tanpa impor," kata Amran saat ditemui di kantor Kementan, Selasa (3/3/2026).
Kendati begitu, Amran menyoroti jalur perdagangan internasional yang terancam setelah Iran memblokade Selat Hormuz.
Blokade tersebut berpotensi menyebabkan inflasi pada sejumlah komoditas pangan sehingga perlu mitigasi risiko dalam kesiapan pangan nasional.
"Kami harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan-bahan bisa naik. (Tapi) kita cukup protein, Indonesia aman," katanya.
Perlu diketahui, impor pupuk yang menjadi penunjang produksi pangan di Indonesia tembus 7,52 juta ton pada 2024, atau naik dari 2020 yang hanya 6,2 juta ton.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ketergantungan Indonesia akan impor pupuk berasal dari negara-negara yang bersinggungan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah, seperti Mesir dan Rusia.
(DESI ANGRIANI)





