OJK Mau Bongkar Free Float Jumbo Afiliasi, Begini Caranya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan pemaparan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan menerbitkan daftar high concentration shareholder guna meningkatkan transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, melalui mekanisme ini regulator pasar modal akan memunculkan data dan informasi kepada publik tentang keterkaitan atau konsentrasi afiliasi antar pemilik saham suatu emiten.

Hasan menjabarkan, selama ini, suatu saham bisa saja terlihat memiliki porsi free float yang besar. Namun, tidak ada larangan apabila para pemegang saham publik tersebut ternyata memiliki hubungan afiliasi satu sama lain.


Baca: OJK Ungkap Jurus Ampuh Cegah Manipulasi Harga Saham

"Mungkin kalau sekarang free float-nya besar gitu, tapi kan memang tidak ada larangan bahwa diantara pemilik yang free float-nya besar itu sebetulnya ada afiliasi, ada konsentrasi. Nah kalau publik tidak tahu mungkin seolah-olah free float-nya besar," ujarnya usai ditemui dalam acara CNBC Market Outlook 2026 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Padahal, kata Hasan, kondisi ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa meskipun kepemilikan tersebar luas, namun secara substansi terdapat konsentrasi kepemilikan.

"Nah nanti setelah list atau daftar high concentration ini diterbitkan, kita harapkan menjadi terbuka sekarang, bahwa untuk saham tersebut misalnya terjadi 95% misalnya, ya konsentrasi atau potensi afiliasi antar pemilik besarnya. Jadi kan pemiliknya gede-gede tapi ternyata satu dengan yang lain ada keterkaitan atau afiliasinya," jelasnya.

Upaya tersebut, harapannya, pelaku pasar dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh dan memiliki informasi yang lebih mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Transparansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan integritas pasar modal.

"Nah apakah kemudian itu bermanfaat? Tentu kita harapkan bermanfaat. Investor sekarang menjadi lebih punya informasi yang lebih dalam tentang potensi konsentrasinya itu," sebutnya.

"Bahwa pada akhirnya investor memutuskan tetap membeli, tetap menghold sahamnya tentu keputusan kita kembalikan kepada investor," tutupnya.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: IHSG & Rupiah Kompak Menguat, Saham Mana Yang Diburu Investor

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hebat di Concong Inhil, 26 Rumah hingga Kantor Polisi Ludes Dilahap Api
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Momen Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Pangan: Beras Impor dari AS Hanya untuk Segmen Khusus, Harganya Mahal
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Aceh Catat Inflasi Tertinggi pada Februari, Gara-Gara Tarif Listrik hingga Beras
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
THR ASN, TNI/Polri Cair Bertahap Sejak Februari
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.