Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang juga disebut gerhana bulan merah dapat disaksikan di seluruh wilayah Kota Medan pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 18.33.39 WIB.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Kota Medan, Hendro Nugroho, mengatakan bahwa gerhana bulan total tersebut bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang di Kota Medan.
"Bisa (diamati). Ini bukan gerhana matahari, jadi bisa diamati secara mata telanjang," kata Hendro saat dihubungi, Selasa (3/3).
Hendro menuturkan, fase gerhana bulan total dari awal muncul hingga menghilang memakan waktu sekitar 5 jam 41 menit 51 detik.
"Durasi gerhana mulai fase awal hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Pukul 18.03.56 WIB mulai masuk fase gerhana, hingga puncaknya 18.33.39 WIB. Fenomena ini berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB," ujar Hendro.
Hendro menjelaskan bahwa gerhana bulan total secara astronomis terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Ia menyebut, gerhana bulan total hanya terjadi pada fase bulan purnama.
Ia mengatakan, gerhana bulan total akan terjadi lagi pada tahun 2029 di seluruh Indonesia.
"Gerhana bulan total ini secara astronomis tidak bisa diprediksi berapa tahun sekali terjadi. Tapi peristiwa seperti ini akan terjadi lagi pada tahun 2029, yakni gerhana bulan total atau bulan merah," ucap Hendro.
Kantor BMKG Wilayah I Medan akan melakukan pemantauan gerhana bulan total. Masyarakat Kota Medan bisa langsung datang ke Kantor BMKG Medan untuk menyaksikan proses gerhana bulan total sambil berbuka puasa.





