Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Berlin
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menghadiri UN Tourism Ministers’ Summit 2026 yang digelar dalam rangkaian ITB Berlin di CityCube Berlin, Jerman.
Forum tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh UN Tourism bekerja sama dengan Messe Berlin itu mengangkat tema “Empowering Emerging Destinations: From Potential to Performance”.
Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi para Menteri Pariwisata, pelaku industri, dan pemangku kepentingan global untuk memperkuat kolaborasi di tengah pemulihan sektor pariwisata dunia.
Dalam diskusi, para peserta membahas tantangan sekaligus peluang bagi destinasi berkembang. Salah satu isu utama adalah pentingnya tata kelola yang kuat agar pertumbuhan pariwisata tetap terarah dan tidak membebani infrastruktur, masyarakat, maupun lingkungan.
Selain itu, forum juga menyoroti perlunya penyelarasan investasi dengan prioritas destinasi dan manfaat nyata bagi komunitas lokal. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan data dan teknologi digital untuk perencanaan dan inovasi pariwisata, turut menjadi pembahasan penting.
Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nuwais dalam pembukaan menekankan bahwa pariwisata dan perdamaian memiliki keterkaitan erat. Menurutnya, pariwisata membutuhkan stabilitas, sementara perdamaian mendorong tumbuhnya konektivitas dan pengembangan destinasi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti menyampaikan bahwa pertumbuhan pariwisata global harus diiringi kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi.
Indonesia, kata dia, memandang transformasi destinasi berkembang tidak semata mengejar angka kunjungan. Lebih dari itu, yang diutamakan adalah kualitas pengalaman wisata, pemerataan manfaat ekonomi, serta ketahanan destinasi dalam jangka panjang.
Indonesia juga berbagi praktik baik terkait pengembangan destinasi berbasis komunitas, strategi pariwisata berkelanjutan, serta model kemitraan publik–swasta yang mendorong investasi berkualitas dan berdampak luas.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini memperkuat diplomasi pariwisata sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Sejumlah menteri pariwisata memberikan apresiasi terhadap pendekatan Indonesia, khususnya dalam hal manajemen destinasi, promosi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dalam strategi pemasaran.
UN Tourism Ministers’ Summit 2026 diharapkan menghasilkan solusi konkret yang dapat diterapkan negara anggota, terutama dalam mendorong destinasi berkembang bertransformasi dari sekadar memiliki potensi menjadi destinasi yang benar-benar berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





