Jelang Idulfitri, Bahlil Pastikan Cadangan BBM dan LPG Aman

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menjamin keamanan pasokan energi nasional menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Meskipun situasi geopolitik global tengah memanas, pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude oil), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman

Bahlil menegaskan ketahanan stok energi Indonesia saat ini berada di level yang memadai, bahkan melampaui batas aman yang ditetapkan.

"Khusus menyangkut persiapan Hari Raya Idulfitri dan bulan Puasa, alhamdulillah stok BBM kita, minyak mentah, BBM, serta LPG, rata-rata berada di atas standar minimum nasional," ujar Bahlil dalam Keterangan Pers Menteri ESDM: Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan standar minimum ketahanan stok energi nasional ditetapkan selama 21 hari. Berdasarkan data terkini, seluruh komoditas energi tersebut memiliki ketersediaan yang melebihi durasi waktu tersebut. 

Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas selama bulan suci dan masa mudik Lebaran. 

Kendati demikian, Bahlil mengakui adanya keterbatasan pada kapasitas infrastruktur penyimpanan (storage) yang dimiliki Indonesia saat ini. Ketahanan energi nasional secara faktual maksimal berada di kisaran 25 hingga 26 hari.

"Memang secara fakta, ketahanan energi atau tempat penyimpanan kita maksimal di angka 25 sampai 26 hari, tidak lebih dari itu," tutur Bahlil.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut dan menyesuaikan dengan standar global, pemerintah kini tengah menyusun langkah strategis. 

Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas penyimpanan cadangan energi hingga mampu mencakup kebutuhan selama tiga bulan.

"Pemerintah sedang berusaha membangun tempat penyimpanan yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan, karena itu merupakan standar internasional," tutur Bahlil.

Langkah peningkatan kapasitas ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas energi nasional dari fluktuasi pasar dan dinamika geopolitik dunia di masa mendatang.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dulunya Kena Sanksi PSSI, Kini Hugo Samir semakin Berkembang dan Dikenal Pribadi yang Religius
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Aksi Solidaritas untuk Iran Pecah di Berbagai Negara Usai Serangan Israel dan AS
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPS Sebut Ekspor NTB Januari 2026 Melonjak 1.868 Persen, Tembaga Jadi Penopang Utama
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Usai Tuai Kritikan, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Mewah Senilai RP8.5 Miliar| KOMPAS PAGI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Asia Berencana Pangkas Produksi Minyak di Kilang karena Selat Hormuz Ditutup
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.