JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kian memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak ingin terjebak dalam ketidakpastian konflik yang berpotensi panjang dan berdampak langsung pada harga energi nasional.
BACA JUGA:Klarifikasi Tegas Persija Jakarta Disebut Larang Borneo FC Latihan di JIS
BACA JUGA:Selat Hormuz Ditutup, Menteri Bahlil Ungkap Kondisi Stok Minyak di Indonesia
Bahlil mengakui, situasi global saat ini sulit diprediksi. Berdasarkan kajian yang digagas bersama intelejen dan komunikasi dengan berbagai negara lain di dunia.
Pihaknya belum menemukan titik terang kepastian lama berlangsungnya ketegangan ini.
“Sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu, ada yang mengatakan lima hari, ada yang mengatakan empat minggu, tapi keyakinan kami setelah kami melakukan kajian ini tidak akan bisa kita ramalkan kapan selesai,” ujarnya pada keterangan pers di Kantor KementerianESDM, Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA:Polda Riau Bongkar Sindikat Perburuan Gajah Sumatera, 15 Tersangka Ditangkap dan 3 DPO
BACA JUGA:Usai Kena OTT, KPK Bawa Bupati Pekalongan ke Jakarta untuk Pemeriksaan
Ia menegaskan, konflik tersebut bisa berlangsung cepat maupun lambat. Karena itu, pemerintah memilih mengambil asumsi terburuk, yakni ketegangan berlangsung lama.
Dalam skenario tersebut, langkah pertama yang ditempuh adalah mengalihkan sebagian impor minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat guna memastikan kepastian pasokan.
“Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya Ada kepastian ketersediaan kita,” katanya.
Untuk impor BBM jenis bensin, pemerintah relatif lebih aman. Indonesia saat ini mengimpor RON 90, 93, 95, dan 98 dari negara-negara di luar Timur Tengah, termasuk kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, potensi gangguan pasokan dari konflik di kawasan tersebut dinilai minim.
BACA JUGA:Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Geopolitik untuk Evakuasi Pekerja Migran Indonesia
BACA JUGA:Wamensos Agus Jabo Upayakan Sekolah Rakyat Permanen Dibangun di Mukomuko
- 1
- 2
- »





