JAKARTA, KOMPAS.com - PAM Jaya buka suara soal air di lima RT di RW 1 Ancol Barat 1, Pademangan, Jakarta Utara, yang mati selama sepekan.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, mengatakan, pihaknya memang menurunkan produksi air di wilayah tersebut karena adanya dugaan pencemaran solar di Banjir Kanal Barat.
"Tim kami melakukan pemeriksaan di Banjir Kanal Barat dan menemukan adanya kemungkinan tercemar oleh solar. Kami menurunkan tingkat produksi (air) untuk memastikan dulu sebetulnya. Memastikan kontaminasi tadi, jangan sampai air yang kami produksi akhirnya ke konsumsinya pelanggan," jelas Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa (3/3/2026).
Gatra menjelaskan, dugaan kontaminasi solar itu terjadi pada 13 Februari, 19 Februari, dan 1 Maret 2026.
Meski demikian, katanya, produksi air tidak dihentikan sepenuhnya, melainkan hanya diturunkan kapasitasnya.
Baca juga: Air Zamzam Galonan Dijual Rp 400.000 di Tanah Abang, Dipasok Pramugari dan Travel
Gatra meyebut, Pademangan merupakan area terjauh yang dilayani dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan. Oleh karena produksi air diturunkan, wilayah terjauh terdampak lebih lama dalam proses pemulihan.
Ia menjelaskan, pemulihan distribusi tidak bisa dilakukan secara mendadak karena berisiko merusak jaringan pipa, terutama di wilayah Jakarta Utara yang banyak menggunakan pipa PVC dengan kondisi umur tua.
"Jadi kalau langsung kita jump di booster pump-nya, pompanya kita naikin, bisa ada pipa-pipa yang pecah karena itu tadi ya, keberagaman usia pipa kita yang dari umur 100 tahun sampai dengan 1 hari gitu," ungkapnya.
PAM Jaya menargetkan aliran air di wilayah tersebut mulai berangsur pulih paling lambat pekan depan. Sementara itu, bantuan air bersih terus didistribusikan melalui mobil tangki.
"Bisa 10 mobil sih. 10 kali bolak-balik, posisinya tidak tersentral di satu tempat ya karena kan RW itu kan cukup besar ya. Jadi mungkin ada di beberapa titik konsentrasi," tuturnya.
PAM Jaya mengaku akan terus memperbaiki jaringan distribusi untuk menormalkan layanan di Ancol Barat dan sekitarnya.
"Saat ini tim sedang melakukan perbaikan jaringan, distribusi di wilayah tersebut untuk menormalisasikan kembali," tambahnya.
Sebelumya diberitakan, warga Jalan Ancol Barat I, RW 1, Pademangan, Jakarta Utara, mengeluhkan air PAM yang tidak mengalir selama sepekan terakhir. Kondisi ini memaksa warga mengangkut air galon setiap hari, terlebih bulan Ramadhan.
Rosidah (35) mengaku harus membawa sekitar 10 galon air per hari dari titik distribusi ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter.
“Capek ngangkatin mulu. Ada 10 galon lah untuk sehari, jarak sekitar 100 meter dari sini ke rumah. Itu sampe anak kecil ambilin air. Udah ujan-ujanan terus puasa, haduh,” katanya saat ditemui Kompas.com pada Senin (3/2/2026).
Baca juga: Genangan Air Got di Kalideres, Bikin Bau dan Rusak Jalan





