FAJAR, BULUKUMBA – Peristiwa tragis yang melanda kawasan wisata Tanjung Bira pada Selasa siang, 3 Maret 2026, akhirnya menemui titik terang terkait identitas korban jiwa.
Sosok pria yang ditemukan tidak bernyawa dalam kobaran api di Paduppa Resort tersebut telah teridentifikasi sebagai Muklis. Dia seorang pemuda berusia 27 tahun yang juga merupakan karyawan di resort mewah tersebut.
Muklis, yang tercatat sebagai warga Borong Tellu, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Jasadnya ditemukan oleh petugas dalam posisi tengkurap dan telah hangus terbakar di dalam area toilet bangunan resort yang luluh lantak oleh si jago merah.
Kebenaran identitas korban ini dikonfirmasi langsung oleh Andi Hasbullah, Plt Kasatpol PP-Damkar sekaligus Kepala BPBD Bulukumba, yang terjun langsung memantau proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Iya, benar ada satu korban jiwa yang ditemukan. Korban berjenis kelamin laki-laki atas nama Muklis,” ujar Andi Hasbullah saat dikonfirmasi di tengah puing-puing sisa kebakaran, seperti dilansir radarselatan.co.id.
Korban Luka dan Proses Evakuasi
Selain korban meninggal dunia, insiden ini juga memakan korban luka. Seorang warga asal Somba Palioi, Kecamatan Kindang, bernama Wiwing, dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.
Hingga saat ini, personel gabungan masih terus melakukan penyisiran mendalam di seluruh area reruntuhan bangunan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada lagi korban lain yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran berlangsung.
Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Kebakaran hebat ini menghanguskan hampir seluruh konstruksi Paduppa Resort yang terletak di Kecamatan Bontobahari. Api dilaporkan berkobar sangat cepat, dipicu oleh hembusan angin kencang serta struktur bangunan yang didominasi oleh material kayu yang mudah terbakar.
Meskipun penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian, kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir menyentuh angka miliaran rupiah. (*)





