JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas gabungan menggelar operasi penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026).
Operasi ini membidik para pengatur lalu lintas liar atau pak ogah dan pelaku pungutan liar (pungli) yang kerap memaksa menutup jalan sehingga memicu kemacetan.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya menjelaskan, operasi ini dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat yang viral di media sosial terkait maraknya pemaksaan yang dilakukan oleh pak ogah.
"Kita tahu sempat minggu kemarin viral terkait dengan banyaknya pak ogah ataupun PPKS di wilayah kita yang melaksanakan pungli ataupun pemaksaan-pemaksaan kepada warga yang melintas," ujar Raditian saat memimpin apel pasukan, Selasa.
Wilayah sasaran operasi kali ini difokuskan pada titik-titik yang menjadi simpul kemacetan.
Sebanyak 100 personel gabungan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial diterjunkan untuk menyisir tujuh kelurahan di kecamatan tersebut.
"Titik-titik utamanya kita sudah petakan, ada di Latumenten, ada di Tubagus Angke, maupun di Daan Mogot. Itu menjadi titik fokus kita," ucap Radit.
Baca juga: Flyover Bulak Kapal Bekasi Segera Dibangun, Telan Anggaran Rp 361 Miliar
Selain ketiga titik utama tersebut, area Pesing, Kalijodo, lampu merah Jelambar Baru, dan lampu merah Tomang juga masuk dalam radar operasi gabungan.
Operasi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dengan pasukan menyebar di seluruh wilayah Grogol Petamburan.
Salah satu titik operasi utama ialah di Jalan Prof. Dr. Latumeten, tepatnya di sekitar area proyek pembangunan Flyover Latumeten.
Operasi dimulai dari Tomang yang menyasar pak ogah di area persimpangan depan Halte Transjakarta Tanjung Duren.
Kemudian, petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan Dinsos menyisir area Jalan Tomang Utara hingga ke dekat pusat perbelanjaan Roxy Square.
Kemudian, dua pak ogah lainnya terjaring di putaran balik (U-turn) Jalan Kyai Tapa, area depan Universitas Trisakti.
Di Jalan Kyai Tapa, petugas sempat melakukan pengejaran lantaran seorang pak ogah kabur saat akan dibawa oleh petugas Satpol PP tak berseragam.
Namun, pak ogah tersebut pada akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa menggunakan mobil patroli Satpol PP.