TANGERANG, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun ini masih berjalan sesuai rencana meski terjadi eskalasi tensi keamanan di Timur Tengah.
"Tidak ada kendala. Sampai hari ini persiapan penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar. Belum ada dampak-dampak yang dirasakan terhadap persiapan penyelenggaraan haji," ujar Dahnil di Grand El Hajj Banten, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Kemenhaj DIY Sebut Persiapan Haji Masih Normal di Tengah Konflik Iran-Israel
Saat ini, kata Dahnil, proses persiapan penyelenggaraan haji telah mencapai sekitar 95 persen, yang meliputi akomodasi, transportasi, hingga konsumsi.
"Persiapan haji baik itu katering, hotel, transportasi, penerbangan, semua perangkat-perangkat persiapan penyelenggaraan itu sudah beres. Termasuk pembayaran," kata dia.
Dahnil mengatakan, tahapan yang tersisa saat ini yakni proses pengelompokan atau kloter jemaah haji yang dikenal dalam istilah perhajian sebagai grouping.
"Tahun ini penyelenggaraannya lebih cepat. Sekitar 95 persen sudah beres persiapannya, tinggal grouping saja. Grouping itu artinya jamaah dikelompokkan dalam kloter-kloter," imbuhnya.
Baca juga: Wamenhaj: Petugas Haji Itu Digaji, Wajar Kalau Dimaki karena Tak Bertugas Semestinya
Wamenhaj menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Ia berharap, semua rencana yang telah dimatangkan akan berjalan dengan baik sehingga jemaah haji dari seluruh Indonesia dapat menjalani ibadah sesuai jadwal.
"Tahun ini semuanya sudah beres. Kami berkeyakinan penyelenggaraan haji 2026 atau 1447 Hijriah mudah-mudahan itu tidak terdampak sehingga semua jemaah haji dari seluruh Indonesia itu bisa diberangkatkan sesuai dengan jadwal," ucapnya.
Imbau umrah ditundaSementara untuk jemaah umrah yang berencana berangkat bulan ini hingga April 2026, Wamenhaj mengimbau agar keberangkatan ditunda sementara sampai situasi memungkingkan.
"Untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi eskalasi meningkat, makanya himbauan untuk menunda sementara keberangkatan itu kami anjurkan," ucapnya.
Kemudian, bagi jemaah umrah yang sudah tiba di Timur Tengah, Dahnil memastikan bahwa negara akan melindungi keselamatan rakyatnya.
"Jangan khawatir, tetap tenang. Negara berusaha hadir, tim kami di Kementerian Haji juga standby 24 jam di semua terminal di Tanah Sudi, termasuk teman-teman dari Kementerian Luar Negeri," imbuh Dahnil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




