Ermanto Usman (65) ditemukan tewas bersimbah darah di kasurnya di perumahan Prima Lingkar Asri pada Senin (2/3) dini hari. Istrinya, Pasmilawati (60) ditemukan tergeletak bersimbah darah di lantai.
Mereka diduga menjadi korban pembunuhan. Namun, tetangga mereka yang tinggal di sebelah kiri rumah, Sinta (51) mengaku tak mendengar suara apa pun saat kejadian.
“Nggak ada (suara). Karena memang di rumah ini juga nggak ada siapa-siapa. Cuma kami doang,” ucap Santi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/3).
Selain itu, menurutnya CCTV yang ia pasang di teras rumahnya tak mendeteksi apa pun. CCTV rumahnya adalah yang terdekat dari rumah Ermanto. Rumah Ermanto tak ada CCTV.
“Sebenarnya (CCTV menyorot) ke jalan sini sih. Cuma kan kemarin dicek pas (nyorot) ke bawah karena tidak ada pergerakan,” tutur Sinta.
CCTV Sinta baru akan bergerak kalau mendeteksi gerakan.
“Iya, kalau ada motion detection kan. Jadi kalau ada pergerakan baru dia ngedeteksi,” tambahnya.
Sinta pun mengaku syok saat mengetahui kabar Ermanto dan istrinya ditemukan bersimbah darah. Menurutnya, perumahannya itu relatif aman selama ini.
“Syok ya, sebenarnya. Karena kami lumayan deket sama beliau,” ucapnya.
“Pastinya kami berharap ada perbaikan lah dari kompleks ini untuk pengamanan terutama. Ini kebetulan ya kebuka kan jalan depan rumah kami. Semoga itu lebih baik. Dan pengamanannya lebih baik, security-nya juga lebih profesional lah,” tambahnya.
Sinta meminta, tembok pembatas perumahan dengan area luar ditinggikan. Tembok itu kini diduga menjadi akses pelaku masuk ke perumahan itu.
“Tembok iya. Terlalu rendah. Ya itulah, ya mungkin lagi didiskusikan oleh pengurus RT RW untuk perbaikan pengamanannya. Semoga ke depannya lebih baik, lebih aman ya kompleks ini,” tandasnya.
Adapun pasutri itu ditemukan saat menjelang sahur. Biasanya, istri Ermanto bangun untuk salat tahajud dan menyiapkan hidangan sahur. Namun, pagi itu tak ada tanda-tanda dari keduanya hingga anak bungsu mereka curiga.
Kamar kedua orang tuanya pun terkunci dari dalam dan kuncinya hilang. Diduga, pelaku masuk rumah melalui jendela garasi yang langsung menyambung ke kamar pasutri itu.
Ketika jendela dipecahkan, mereka ditemukan dalam kondisi tersebut. Kini, kasus diselidiki oleh Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota.




