TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Maskapai Garuda Indonesia menangguhkan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, menyusul penutupan wilayah udara setempat akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Meski demikian, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan memastikan hingga kini belum ada jamaah umrah asal Tangsel yang terdampak.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tangsel, Rizki Waludin, mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait penundaan keberangkatan maupun kepulangan jamaah.
Baca juga: 15 Penerbangan Rute Timur Tengah di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Konflik Iran
"Sampai saat ini belum ada yang melapor ke Kemenhaj Tangsel," ujar Rizki saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada yang melapor ke Kemenag Tangsel terkait jamaah umrah yang tertunda akibat pembatalan penerbangan,” kata dia.
Menurut Rizki, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pembatalan penerbangan sejauh ini hanya terjadi pada rute Garuda Indonesia tujuan Doha dan belum berdampak pada jamaah umrah asal Tangsel.
“Yang cancel Garuda hanya tujuan Doha. Untuk jamaah umrah asal Tangsel, belum ada laporan yang terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, Kemenag Tangsel terus memantau perkembangan situasi dan siap berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan.
"Tangsel mengikuti aturan pemerintah pusat dan kementerian haji dan umrah," ucap dia.
Kemenag juga mengimbau penyelenggara perjalanan umrah dan calon jamaah untuk memantau informasi resmi dari maskapai maupun pemerintah pusat.
Baca juga: 23 WNI Sempat Tertahan di Bandara Abu Dhabi kini Telah Aman
Garuda tangguhkan rute DohaSebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan penangguhan penerbangan dari dan menuju Doha mulai 28 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Langkah tersebut diambil menyusul penutupan wilayah udara Qatar akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Langkah ini diambil sebagai upaya preventif dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan," tulis Garuda Indonesia melalui akun X resmi, Minggu (1/3/2026).
Garuda Indonesia menyatakan rute internasional lainnya tetap beroperasi dan tidak melewati kawasan yang terdampak konflik.
Maskapai pelat merah itu juga menyebut akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah secara intensif.
"Penumpang yang terdampak diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan melalui Contact Center 24 Jam di 021-2351 9999 / 0804 1 807 807 atau melalui garuda-indonesia.com," tulis Garuda Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



