Pemerintah Rusia, pada Senin (2/3/2026), mengatakan, Perang Dunia III akan pecah jika Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan aksi nekatnya menyerang Iran untuk mengubah rezim politik secara kriminal.
Dmitry Medvedev Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia menggambarkan tindakan yang dilakukan Washington dan sekutunya untuk itu tak lain hanya untuk mempertahankan dominasi global AS.
“Jika Trump melanjutkan tindakan gilanya yang secara kriminal untuk mengubah rezim politik, hal itu pasti akan dimulai. Dan peristiwa apa pun bisa menjadi pemicunya. Peristiwa apa pun,” katanya seperti dikutip kantor berita Anadolu, Selasa (3/3/2026).
Menurut penilaian Medvedev, kerentanan para pejabat AS dan Israel meningkat secara signifikan semenjak Iran mendeklarasikan perang suci.
“Fakta bahwa Iran belum menanggapi dengan serius berarti mereka (AS-Israel) tidak memiliki banyak kesempatan. Tetapi mereka tahu bagaimana menunggu, karena mereka orang-orang kolot,” tambahnya.
BACA JUGA: Netanyahu Sebut Perang AS-Israel Melawan Iran Tak Akan Berlangsung Tanpa Akhir
Mantan presiden Rusia tahun 2008-2012 itu menekankan bahwa Trump telah melakukan kesalahan fatal.
“Dengan keputusannya, dia (Trump) menempatkan seluruh warga Amerika dalam potensi ancaman, bahkan terlepas dari kenyataan bahwa rezim Iran tidak disukai di negara-negara Arab tetangga,” ucapnya.
“Yang lebih penting lagi, almarhum Ayatollah Ali Khamenei adalah bapak spiritual dari hampir 300 juta penganut Syiah. Dan sekarang beliau juga seorang martir. Anda bisa membayangkan sisanya. Dan sekarang tidak diragukan lagi bahwa Iran akan mengejar pembuatan senjata nuklir dengan energi yang berlipat ganda,” lanjutnya.
Dewan Keamanan Rusia itu juga mengatakan, Iran mampu mengatasi konfrontasi negara tersebut dengan AS dan Israel.
“Mereka akan mampu mengatasinya, tetapi harga untuk kebangkitan akan sangat mahal. Hal itu membutuhkan konsolidasi sosial yang tinggi. Dan Amerika telah menyediakan konsolidasi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Medvedev mengatakan bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan gerakan Olimpiade harus dibubarkan dan dibangun kembali, dengan mengingat prinsip-prinsip sejarawan Prancis Pierre de Coubertin, yang ikut mendirikan Komite Olimpiade Internasional dan menjabat sebagai presiden keduanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan negara-negara Eropa harus melihat tindakan AS dan Israel sebagai perbuatan keji dan penuh penjilatan.
“Para pengikut Eropa, dengan gairah dan kegembiraan, menyeka wajah mereka setelah menerima dosis ‘embun kuning’ Amerika-Israel langsung di mata mereka,” kata Medvedev.(ily/bil/faz)


