SMI Bakal Luncurkan Obligasi hingga Rp10 Triliun Sepanjang 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mengungkap rencana untuk menerbitkan obligasi dengan target perolehan dana mencapai Rp10 triliun sepanjang 2026.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti menjelaskan nilai pendanaan yang diperoleh dari penerbitan surat utang itu mencapai Rp10 triliun. Di mana, rencana aksi korporasi ini diambil guna memperkuat struktur permodalan dalam mendanai berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

“Rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp8 triliun hingga Rp10 triliun untuk penerbitannya,” ujar Aradita dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Adapun, hingga periode 31 Desember 2025 total sumber pendanaan SMI tembus sebesar Rp72,8 triliun. Manajemen mengklaim struktur permodalan perusahaan saat ini dalam kondisi sehat dengan tingkat diversifikasi yang cukup luas pada berbagai instrumen.

Dalam struktur pendanaan tersebut, surat utang atau obligasi tercatat memegang porsi terbesar yakni mencapai 35%. Sementara itu, kontribusi dari pinjaman perbankan dan pinjaman pemerintah menyusul dengan porsi yang seimbang.

“Ini [sumber pendanaan] cukup terdiversifikasi dengan baik, terbesar adalah berasal dari surat utang atau penerbitan obligasi sebesar 35% dari total sumber pendanaan, diikuti oleh pinjaman bank dan pemerintah masing-masing 32%,” tambahnya.

Baca Juga

  • Aturan Terbaru BHR Ojol 2026 Resmi Terbit, Ini Isi Lengkapnya
  • OJK Resmi Terbitkan Peraturan ETF Emas

Mengacu pada paparan yang disampaikan, saat ini SMI memiliki beberapa program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dalam denominasi Rupiah yang sedang berjalan. 

Program tersebut mencakup PUB Obligasi IV senilai Rp20 triliun, PUB Obligasi Keberlanjutan I senilai Rp12 triliun, serta instrumen pembiayaan syariah melalui PUB Sukuk Mudharabah III Rp8 triliun.

Selain di pasar domestik, perseroan juga mengamankan akses likuiditas global melalui program Euro Medium Term Note (EMTN) dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Di mana, nilai program surat utang internasional tersebut tercatat mencapai US$2 miliar.

Terakhir, SMI juga mengungkap mendapat sumber pendanaan dari pinjaman pemerintah melalui Kementerian Keuangan sebesar Rp15,1 triliun dan juga two step loan dari lembaga multilateral seperti ADB, AIIB dan World Bank. 

"Untuk pinjaman dari bank, ini untuk pinjaman dalam negeri kami ada fasilitas pinjaman bilateral dari 19 bank dengan totalnya Rp30 triliun, kemudian juga pinjaman sindikasi sustainability link loan ini dalam mata uang USD berasal dari sindikasi 45 bank [sebesar US$600 juta]," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bazar Takjil Benhil Ramai Diserbu Pengunjung
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Mudah dan Aman! Ini Cara Tukar Uang Baru di BCA Lewat PINTAR BI untuk Lebaran 2026
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diprakirakan Bakal Diguyur Hujan
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Cap Go Meh 2026 di Medan Jadi Ajang Doa untuk Indonesia, Permabudhi Sumut Tekankan Harmoni dan Persatuan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kekuatan Big Mom: Haki, Buah Iblis dan Pasukannya di One Piece
• 2 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.