jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany menemui Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi.
Bersama Riezal Ilham Pratama dan Gielbran Muhammad Noor, Najmi menyampaikan dukacita dan solidaritas atas eskalasi militer yang terjadi dan menimbulkan korban jiwa.
BACA JUGA: Dewi Yustisiana DPR Minta Pertamina Mitigasi Dampak Perang Amerika-Israel Vs Iran Terhadap Pasokan Minyak dan LPG
Dalam pertemuan tersebut, DPP PKB menyampaikan empati mendalam kepada rakyat Iran atas situasi yang tengah dihadapi.
“Kami hadir sebagai bentuk dukungan moral. Setiap kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dipandang biasa,” ujar Najmi.
BACA JUGA: Amerika Serikat Klaim Hancurkan Seluruh Kapal Iran di Teluk Oman
DPP PKB secara tegas mengecam serangan militer yang dilakukan tanpa dasar yang sah menurut prinsip hukum internasional dan berpotensi memperluas konflik kawasan.
“Kekerasan bukanlah jalan penyelesaian. Eskalasi militer hanya akan memperdalam ketidakstabilan dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, termasuk bagi bangsa Indonesia,” tutur Najmi.
BACA JUGA: Bela Amerika, Kerajaan Arab Saudi Mengutuk Serangan Pengecut Republik Islam Iran
Riezal Ilham Pratama menambahkan bahwa konflik bersenjata selalu meninggalkan dampak panjang bagi masyarakat sipil.
“Yang paling terdampak dalam setiap konflik adalah rakyat biasa. Karena itu, pendekatan kemanusiaan dan diplomasi harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelesaian sengketa antarnegara,” ujarnya.
Sementara itu, Gielbran Muhammad Noor menekankan pentingnya peran aktif Indonesia sesuai amanat konstitusi.
“Indonesia memiliki komitmen historis terhadap perdamaian dunia. Kita harus terus mendorong de-eskalasi dan memperkuat jalur diplomasi melalui berbagai forum internasional yang tersedia,” katanya.
PKB menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri, menghentikan eskalasi militer, dan mengedepankan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik.
“Perdamaian adalah amanat konstitusi sekaligus tanggung jawab moral kita bersama,” katanya. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




