Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, memastikan layanan Transjakarta akan digratiskan saat Idul Fitri mendatang. Kebijakan ini merupakan langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung mobilitas masyarakat di hari besar keagamaan.
“Lebaran kemarin pada saat acara Ramadan Festival kan Pak Gubernur sudah sampaikan akan digratiskan. Jadi nanti kita tinggal tunggu pengumumannya apakah berapa hari, nanti tanggal berapa, nanti kita lihat,” ucap Welfizon kepada wartawan, Selasa (3/3).
“Dan ini tentunya menjadi komitmen dari Pemprov DKI Jakarta dalam rangka memeriahkan acara-acara keagamaan,” tambahnya.
Ia menegaskan, kebijakan gratis berlaku untuk seluruh layanan Transjakarta, termasuk Transjabodetabek.
“Iya, kalau kita lihat pelaksanaan layanan gratis, yaitu semua layanan TJ. Jadi termasuk Transjabodetabek, jadinya Transjabodetabek terus kemudian BRT, non-BRT, itu sama, masuk semua. Kalau Mikro (Jaklingko) kan memang Rp 0,” jelasnya.
Terkait teknis tarif, Welfizon menjelaskan sistem tetap membutuhkan nilai transaksi.
“Terus tadi Rp 1 atau Rp 0. Jadi gini, secara sistem di TJ, MRT, dan yang lain itu Rp 0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp 1. Jadi Rp 1 dan Rp 0 sebenarnya secara rupiahnya nggak beda jauh lah ya. Tapi secara teknologinya karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu itu, makanya konversi dari Rp 0 itu menjadi Rp 1 gitu,” tuturnya.
Selama Lebaran, Transjakarta juga akan menyesuaikan jam operasional pada hari pertama agar karyawan dapat melaksanakan salat Idul Fitri.
“Apa yang akan dilakukan TransJakarta? Belajar dari pengalaman kita melayani di hari-hari besar, biasanya pada saat hari H Lebaran itu kita menyesuaikan jam operasi. Untuk memberikan kesempatan kepada semua karyawan, terutama teman-teman pramudi, juga untuk bisa menjalankan salat Idul Fitri. Jadi kita mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00 ya,” ucap Welfizon.
Selain itu, TransJakarta mengantisipasi lonjakan penumpang ke destinasi wisata dan kunjungan keluarga. Welfizon menyebut Kartu Layanan Gratis turut memperkuat tradisi silaturahmi.
“Dan satu hal mungkin yang di tahun ini, kalau kita lihat dari tahun kemarin itu pendaftaran Kartu Layanan Gratis itu cukup signifikan penambahannya. Di tahun lalu itu ada 76.000 lebih yang mendaftar baru Kartu Layanan Gratis. Dan di tahun lalu 2025 totalnya 25 juta,” tuturnya.
“Kami memprediksi di tahun ini, di libur Lebaran ini, mungkin juga akan banyak penggunaannya. Karena satu hal mungkin yang selama ini kita tidak terpikirkan, ternyata manfaat dari Kartu Layanan Gratis itu salah satunya adalah bisa memperkuat silaturahmi. Jadi buat saling berkunjung ke keluarga atau ke saudara menjadi sekarang menjadi mudah sekali karena sudah ada Kartu Layanan Gratis,” tambahnya.
Adapun tanggal pasti penerapan tarif gratis masih menunggu keputusan Dinas Perhubungan.
“Tanggalnya tentu kita nanti mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu apakah nanti tanggal 1 Syawal atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat,” tandas dia.





