JAKARTA, KOMPAS.TV — Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut perang melawan Iran bisa berlangsung empat hingga lima pekan memicu perdebatan.
Sejumlah analis justru menilai konflik ini berpotensi jauh lebih panjang dan membawa dunia masuk ke fase eskalasi global yang berbahaya.
Lalu, apakah perang Iran-AS bisa berkembang menjadi Perang Dunia 3?
Pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroho Widodo, Ph.D., menilai situasi saat ini sudah berada dalam kategori “high escalation theater” atau teater eskalasi tinggi.
“Anggaran militer dunia itu sekarang sudah paling tinggi sejak perang dingin, 2,7 triliun US dolar. Itu yang pertama. Yang kedua ini adalah kondisi paling serius di Middle East setelah perang Irak tahun 2003 dan operations Lion's Roar ini sudah melibatkan 8 sampai 9 negara terlibat di situ,” ujar Wibawa dalam dialog di Kompas Petang, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: 3 Tentara AS Tewas, Trump Siapkan Perang 4 Pekan | BERITA UTAMA
Menurutnya, selain Amerika Serikat, Israel, dan Iran, negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) juga terseret dalam dinamika konflik.
Hal ini membuat ruang geografis dan intensitas peperangan semakin melebar.
Salah satu faktor yang dinilai memperbesar risiko perang berkepanjangan adalah krisis kepemimpinan di Iran setelah tewasnya pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei.
Kondisi ini berpotensi menciptakan vacuum of power yang memicu keputusan-keputusan lebih agresif.
“Krisis kepimpinan di Iran itu bisa membuat eskalasi konflik menjadi tidak terkontrol sehingga upaya diplomasi akan kalah cepat dibanding perkembangan dari perang itu sendiri,” jelas Wibawa.
Dalam situasi seperti ini, proses negosiasi damai bisa tertinggal oleh dinamika militer di lapangan, sehingga memperbesar kemungkinan eskalasi tak terkendali.
Selain faktor politik dan militer, ancaman terhadap jalur energi global menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Ini 5 Dampaknya ke Indonesia: Harga Minyak Naik hingga Rupiah Tertekan
Sekitar 20 persen suplai minyak dunia melewati kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz yang kini disebut-sebut terancam ditutup oleh Iran.
“Gangguan kecil saja bisa berdampak dahsyat pada perekonomian global,” ujar Wibawanto.
Infrastruktur minyak di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan juga berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia dan memperburuk tekanan inflasi global.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- perang Iran AS
- Perang Dunia 3
- konflik Iran Amerika
- eskalasi global
- perang Timur Tengah
- analisis pakar geopolitik





