Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar makan malam bersama para mantan Presiden dan Wakil Presiden RI serta sejumlah ketua umum partai politik di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026 malam.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antar tokoh bangsa di tengah dinamika nasional dan global yang terus bergerak cepat.
Sugiono menyampaikan Presiden memaparkan perkembangan situasi global dan domestik, termasuk kondisi terkini di kawasan tersebut.
“Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi baik global maupun domestik selama beberapa waktu belakangan ini. Termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama sedang berkembang di Timur Tengah,” ujar Sugiono, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.
“Khusus untuk masalah Timur Tengah ini, saya juga ingin menyampaikan kepada rekan-rekan sekalian bahwa di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Tehran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” kata Sugiono.
Menurutnya, tidak semua WNI di wilayah terdampak menyatakan ingin dievakuasi.
“Dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran, dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” ucap Sugiono.
Ia menegaskan situasi masih dinamis dan pemerintah akan terus memantau perkembangan.
“Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tutur Sugiono.
Situasi di Timur Tengah memanas setelah rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Data Iranian Red Crescent Society mencatat sedikitnya 787 orang meninggal dunia hingga hari keempat konflik.
Sebelumnya, lembaga tersebut melaporkan 201 korban tewas dan 747 luka-luka, namun angka melonjak tajam dalam dua hari terakhir. Sedikitnya 1.039 serangan terjadi di 153 wilayah administratif Iran, seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.
Di antara korban tewas terdapat 13 tentara Iran dalam serangan di Provinsi Kerman serta lima personel Korps Garda Revolusi Islam di Bushehr. Eskalasi juga merambah Lebanon setelah serangan berlanjut di Beirut.
Dengan korban yang terus bertambah dan belum terlihat tanda deeskalasi, pemerintah Indonesia menegaskan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan, termasuk perlindungan maksimal bagi WNI di kawasan konflik.
Editor: Redaksi TVRINews





