Bos SMI Ungkap Strategi Jaga Rasio Kredit Bermasalah Pembiayaan Infrastruktur di Bawah 1 Persen Selama 5 Tahun

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), menyampaikan  rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di bawah 1 persen dalam lima tahun terakhir. Konsistensi ini merupakan hasil berbagai upaya manajemen risiko yang diterapkan perseroan dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur nasional.

Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur di bawah Kementerian Keuangan, PT SMI memikul mandat sebagai agen pembangunan berkelanjutan. Perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan portofolio, tetapi juga memastikan kualitas aset tetap sehat yang tercermin dari kualitas kredit sehat atau bermasalah.

Baca Juga :
BRI Raup Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit UMKM Jadi Mesin Pertumbuhan
Samsung Electronics Laporkan Pendapatan Loncat 3 Kali Lipat, Chip Memori dan Server AI Kinclong!

“Kita berusaha untuk lebih melakukan mitigasi resiko ya untuk proyek-proyek tersebut. Namun angka NPL kami masih relatif sangat terjaga,” ucap Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, saat Konferensi Pers Media Briefing di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan kinerja keuangan yang tidak diaudit hingga 31 Desember 2025, SMI mencatat NPL net sebesar 0,45 persen. Angka ini melanjutkan tren terjaga di bawah 1 persen sejak tahun 2020 bahkan saat sektor pembiayaan menghadapi tekanan pandemi dan gejolak global secara berurutan, yakni 0,02 persen, 0,58 persen, 0,34 persen, 0,35 persen, dan 0,41 persen.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah (paling kanan) bersama Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyan
Photo :
  • VIVA/Ayesha Puri

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti atau Poppy, menuturkan keberhasilan menjaga tingkat kredit bermasalah karena manajemen menerapkan kerangka manajemen risiko yang komprehensif. Mulai dari pengawasan terhadap risiko kredit, operasional, pasar, likuiditas, hukum, strategis, kepatuhan, reputasi, hingga risiko penyertaan modal. 

Pendekatan ini membuat setiap proyek yang dibiayai melalui proses seleksi, analisis kelayakan, serta pengawasan berlapis. Sehingga kualitas kredit SMI mendapat peringkat AAA dari Pefindo hingga peringat Baa2 dari Moody's Ratings. 

"Kerangkan manajemen risio yang komprehensif menghasilkan NPL net di bawah 1 persen dalam lima tahun terakhir," kata Poppy.

Selain itu, PT SMI juga menjaga pencadangan yang kuat. Pada periode tersebut, rasio Loan Loss Coverage (LLC) perseroan tercatat mencapai 399,56 persen atau cadangan kerugian pembiayaan yang dimiliki hampir empat kali lipat dari total kredit bermasalah sehingga memberikan bantalan yang solid terhadap potensi risiko gagal bayar.

Di sisi fundamental, kinerja keuangan PT SMI juga menunjukkan pertumbuhan stabil selama lima tahun. Outstanding pembiayaan mencapai Rp94,46 triliun pada tahun 2025 dengan nilai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) selama lima tahun sebesar 6,1 persen. 

Baca Juga :
BCA Catat Laba Bersih Rp57 Triliun di 2025, Kredit Berkualitas Jadi Penopang Utama
BNBR Resmi Akuisisi 100 Persen Tol Cimanggis-Cibitung
IHSG Tembus 8.275 Ditopang Lonjakan Pesat Sektor Siklikal! Intip 4 Saham yang Perkasa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lika-liku Muhammad, Anak Pejuang Radial Club Hand demi Tumbuh Optimal
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Sekjen Golkar Bicara soal OTT Bupati Pekalongan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ikhlas Cerai, Wardatina Mawa Persilakan Insanul Fahmi dan Inara Rusli Bersama: Ambil Saja Kalau Bahagia
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Menteri PKP Alokasikan 4.000 Rumah Subsidi dan 496 Unit BSPS di Singkawang
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Populer: Kilang Aramco Diserang Drone; Harga BBM Iran Lebih Murah dari Israel
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.