tvOnenews.com - Wafatnya Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI, Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi seluruh warga Indonesia.
Mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno meninggal pada Senin pagi, (2/2/2025) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Seorang ulama Indonesia, Ustaz Adi Hidayat (UAH) turut mengungkapkan bela sungkawanya dan berbagi kenangan di media sosial.
Setelah pemakaman, Ustaz Adi Hidayat menyempatkan diri untuk ziarah kubur dan mendoakan di makam Try Sutrisno.
“Selamat Jalan pak Try, semoga Allah memberkahi dan menambah cahaya kemuliaan,” ungkap Ustaz Adi Hidayat dalam unggahannya di Instagram @adihidayatofficial.
Melalui akun Instagramnya, Ustaz Adi Hidayat merasa bersyukur ia berkesempatan untuk berziarah dan mendoakan Try Sutrisno agar menjadi hamba yang Husnul Khatimah.
“Alhamdulillah, masih diberi Allah kesempatan berziarah dan berdoa di makam Pak Try. semoga beliau dan kita semua digolongkan Allah dalam hamba yang Husnul Khatimah,” ujarnya.
- Instagram @adihidayatofficial
Ulama nusantara ini mengenang pertemuan terakhir bersama sosok Jenderal TNI Angkatan Darat itu.
“Telah berpulang ke rahmatullah, Bpk. H. Try Sutrisno. Sosok Jenderal kharismatik yang menjabat Wakil Presiden Indonesia ke-6,” tutur UAH.
Dibalik sosoknya yang tegas sebagai mantan Panglima ABRI, Ustaz Adi Hidayat mengatakan almarhum merupakan murid dari ulama kharismatik sekaligus Pahlawan Nasional asal Bekasi, KH Noer Ali.
“Beliau juga tercatat sebagai murid pengajian KH. Noer Ali, ulama kharismatik di Bekasi. Demikian pernah dituturkan alm. Pak Sofyan, seorang terapis yang juga seringkali hadir di pengajian KH. Noer Ali,” jelas Ulama tersebut.
Selain itu, dirinya juga berbagi pengalaman saat pertemuan terakhirnya bersama Try Sutrisno saat melepas kepergian mantan Kepala BNPB, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo.
Saat pertemuan tersebut, UAH merasakan kesan mendalam mengenai kepribadian mantan wakil presiden masa kepemimpinan Soeharto itu. Ia merasakan ketawadhuan dari Try Sutrisno.
“Perjumpaan terakhir kami dengan pak Try berlangsung saat melepas kepergian Letjen Doni Monardo alm, di BSD Tangerang. Masih nampak kiranya ketawadhuan, perhatian yang begitu mendalam bagi institusi TNI, serta kecintaan dan visa panjangnya bagi kemajuan NKRI,” terangnya.



