Ketegangan Timur Tengah, Indonesia Serukan De-eskalasi Konflik

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Pemerintah Indonesia menyerukan penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat dan zionis Israel melancarkan serangan bersama ke Iran. Indonesia menekankan pentingnya kembali ke jalur diplomasi untuk menjaga stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin kemarin. Percakapan berlangsung di tengah situasi sensitif yang memicu kekhawatiran luas dari berbagai negara.

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin, beliau menelepon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran,” kata Sugiono, Selasa, 3 Maret 2026.

Dalam percakapan tersebut, Sugiono menyoroti perkembangan situasi yang kian memanas. Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung pada meningkatnya konflik. Aksi militer yang terjadi dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan serta meningkatkan risiko korban sipil.

“Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia, bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi,” lanjut Sugiono.

Indonesia juga menegaskan prinsip penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara. Pemerintah mendorong semua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna meredakan ketegangan.

“Kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah suatu negara. Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” terang Menlu.

Sebagai bentuk komitmen terhadap perdamaian global, Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator apabila diinginkan oleh negara-negara yang bersengketa. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah eskalasi lanjutan serta membuka kembali ruang dialog.

“Dan juga yang pasti, kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden supaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” tegas Sugiono.

Indonesia turut mendesak semua negara menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi.

“Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima.Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka,” pungkas Sugiono.

Pemerintah menilai diplomasi dan dialog merupakan cara berkelanjutan untuk menyelesaikan konflik sekaligus menjaga stabilitas serta keamanan di Timur Tengah.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Jaringan 500 kV Paiton–Grati, Sebuah Ikhtiar Nyata di Momentum Ramadan
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Legenda Ajax Amsterdam Kritik Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Itu Dibilang Merepotkan, Kok Bisa?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Gunakan Paspor Belgia Palsu, Satu Keluarga WN Irak Diusir dari Bali
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ribuan Kapal Terjebak di Teluk Persia Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Persija vs Borneo: Gol Telat Pesut Etam, Buyarkan Kemenangan Macan Kemayoran
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.