Menlu Ungkap Pembicaraan di BoP Dihentikan Sementara Usai AS-Israel Serang Iran

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pembicaraan dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sedang dihentikan sementara (on hold) usai memanasnya konflik di Kawasan Timur Tengah.

Sugiono menyampaikan ini saat merespons adanya desakan yang meminta Indonesia keluar dari BoP setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran.

“Ya ini sekarang pembicaraan BOP semuanya kan on hold ya. Semua apa namanya perhatian shifted (teralihkan) ke situasi di Iran gitu kan,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Baca juga: Anggota DPR Desak Indonesia Keluar dari BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Menurut Sugiono, Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan negara-negara di Timur Tengah soal Board of Peace.

Pasalnya, sejumlah negara yang tergabung dalam Board of Peace juga turut terdampak akibat eskalasi di Timur Tengah.

“Kalau masalah Board of Peace ya kita tetap juga sama teman-teman kita, konsultasi dan konsolidasi dekat gitu ya dengan rekan-rekan kita yang ada di Teluk gitu. Karena mereka juga, ya, mengalami diserang gitu. Karena mereka juga kan ada di BoP juga kan,” ucap Sugiono.

Ia melanjutkan, Presiden Prabowo Subianto turut melakukan komunikasi via telepon dengan negara-negara Teluk.

Baca juga: Sebut BOP Jadi Board of War, Ini 5 Desakan dalam Petisi Bersama Masyarakat Sipil Usai AS-Israel Serang Iran

Menurut Sugiono Prabowo sudah melakukan komunikasi dengan mayoritas pimpinan Negara Teluk.

“(Semua) Sudah telepon, yang masih menunggu waktunya mungkin MBS. Yang lain sudah,” kata dia.

Hanya saja, Sugiono tak mengungkap isi pembicaran telepon karena bersifat komunikasi antara kepala negara.

“Ya komunikasinya ya komunikasi antar pimpinan ya,” tutur dia.

Baca juga: Indonesia Bisa Minta BoP Ambil Tindakan Darurat Terkait Serangan Israel ke Iran

Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil meluncurkan petisi yang menyoroti sejumlah kebijakan internasional pemerintah Indonesia yang dinilai bermasalah.

Koalisi tersebut terdiri dari puluhan akademisi, budayawan, aktivis, serta berbagai lembaga dan organisasi.

Mereka menyusun petisi untuk merespons empat isu utama yang tengah berkembang, yakni perjanjian dagang RI–AS, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), rencana pengiriman TNI ke Gaza, serta serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam petisi itu, mereka bahkan mengubah akronim Board of Peace menjadi Board of War.

Baca juga: Serangan AS-Israel ke Iran Dinilai Cederai Semangat Board of Peace

“Kami menilai serangan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran telah melanggar hukum internasional (Piagam PBB) dan merusak perdamaian dunia. Dengan demikian, Board of Peace sudah berubah menjadi ‘Board of War’ karena BoP yang diketuai dan didominasi oleh Donald Trump telah melakukan serangan militer ke Iran,” demikian tertulis dalam petisi tersebut, sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Nasional Setara Institute, Hendardi, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (1/3/2026) malam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka juga menilai Ketua BoP yang seharusnya menjaga perdamaian sesuai piagam organisasi justru bertindak bertentangan dengan prinsip tersebut.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, Indonesia dinilai sudah sepatutnya mempertimbangkan untuk menarik diri dari BoP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Israel, AS Habiskan Setara Rp 13,1 Triliun untuk Singkirkan Khamenei
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
BBPOM Serang Temukan Mie dan Teri Nasi Mengandung Formalin dan Pewarna Tekstil
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Menlu: Indonesia Siap Jadi Jembatan Damai
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Rupiah Kian Lemah Dekati Level 17.000, BI Pastikan Intervensi Pasar
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Drone Iran Serang Data Center Amazon, Aplikasi hingga Layanan Bank Terganggu
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.