Grup Pyridam Farma (PYFA) Tingkatkan Kapasitas Produksi Injeksi

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), melalui anak usahanya PT Ethica Industri Farmasi (PT EIF), akan meningkatkan kapasitas produksi injeksi steril.

Bejo Stefanus, Direktur PYFA, mengatakan PT EIF telah menyelesaikan pembangunan dari perluasan kapasitas produksinya, yaitu Line 3 yang rencananya akan diresmikan pada April 2026. Pembangunan Line 3 dimulai pada September 2024 dan rampung hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun.

“Percepatan pembangunan ini merupakan bentuk respons atas permintaan pasar dan dari rumah sakit yang meningkat. Selain itu, kehadiran Line 3 ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas produksi hingga tiga kali lipat, sekaligus memperkuat kapasitas produksi sediaan steril perseroan,” paparnya dalam siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, kapasitas dari Line 3 telah terpenuhi atau full capacity sehingga membuat perseroan mempercepat proses pembangunan untuk fasilitas Line 4, 5, dan 6. PT EIF juga tengah melakukan pengerjaan Line 4 dan Line 5.

Fasilitas Line 4 akan mengadopsi teknologi terbaru di dalam dunia obat steril. Teknologi serupa juga akan diterapkan pada Line 5 guna memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

Perluasan fasilitas ini dilengkapi dan didesain dengan teknologi produksi yang canggih dan modern, memenuhi standar current Good Manufacturing Practices (cGMP) Indonesia dan Internasional, PIC/S, termasuk persyaratan European Union Good Manufacturing Practices (EU GMP) dan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia. Hal ini menunjukkan kesiapan PT EIF untuk menembus pasar global yang lebih luas.

Baca Juga

  • Pyridam Farma (PYFA) Gandeng Perusahaan Korea Genewel
  • Pyridam Farma (PYFA) Bidik Rp420 Miliar Lewat Emisi Obligasi
  • Pyridam (PYFA) Bidik Pasar Asia Pasifik, Incar Pendapatan Rp2,5 Triliun

Setelah penyelesaian Line 4 dan Line 5, PT EIF juga akan segera melakukan pembangunan Line 6 sebagai bagian dari pengembangan kapasitas manufaktur secara berkelanjutan. Manuver ini diambil sebagai respons langsung atas meningkatnya kebutuhan obat-obatan steril di pasar global dan regional.

Berdasarkan berbagai laporan industri, pasar sterile injectable global diproyeksikan terus tumbuh signifikan, dengan nilai pasar yang mencapai sekitar US$4,9 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat hingga hampir US$9,9 miliar pada 2035, didorong oleh pertumbuhan tahunan sekitar 8%.

Kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu kontributor pertumbuhan terbesar, dengan tingkat pertumbuhan tercepat seiring meningkatnya belanja kesehatan, perluasan fasilitas layanan medis, serta kebutuhan yang terus meningkat terhadap produk injeksi dan sediaan steril.

Kondisi ini menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas produksi obat steril yang andal, berkualitas, dan berstandar tinggi untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok di tingkat regional.

Penambahan dan pengembangan lini produksi ini diyakini akan memperkuat kapabilitas PT EIF dan mendongkrak daya saing PYFA secara signifikan. Langkah ini mengukuhkan komitmen perseroan untuk terus berperan sebagai pemain utama dalam industri farmasi steril.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dendam Lama Berujung Maut, Petani Kopi di Lampung Barat Tega Bunut Rekannya di Kebun
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mowilex Bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan 1.000 Mowilex Kit Buat Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
• 2 jam laludisway.id
thumb
Usai Dicurhati Warga, Debi Ceper Sampaikan Aspirasi Lomba Lari ke Kapolres Depok
• 40 menit lalukompas.com
thumb
AS Evakuasi 9.000 Warganya dari Timteng, Uni Emirate Pulangkan 44 Ribu Pelancong
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Sudah Tetapkan Status Hukum terkait OTT Bupati Pekalongan
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.