Pemerintah Akan Evakuasi 15 Orang WNI dari Iran

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, pemerintah akan mengevakuasi 15 orang warga negara Indonesia (WNI) dari Teheran, Iran.

"Yang oke (untuk dievakuasi) 15 (orang WNI) dari Iran," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/2/2026).

Sugiono pun memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan evakuasi 15 WNI tersebut, tetapi ia belum mengungkap kapan evakuasi akan dilaksanakan.

Ia menyebutkan, ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan evakuasi, mulai dari skema perjalanannya hingga kondisi kesehatan para WNI yang hendak dievakuasi.

Baca juga: Pemerintah Dinilai Perlu Segera Evakuasi WNI Terjebak Perang Iran vs Israel

"Ya ini lagi diatur lah waktunya kapannya. Kan ini ruang udara juga lagi tertutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu mereka harus dibawa ke Baku. Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan," ucap Sugiono.

"Itu kan perlu dihitung dulu dong logistiknya, terus orangnya cukup sehat atau tidak, dan segala macam dan segala macam. Jadi enggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga kita geser ya," imbuh dia.

Sugiono menuturkan, tidak semua WNI di Timur Tengah ingin dipulangkan ke Indonesia meski terdapat eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Namun, ia memastikan bahwa pemerintah akan menyiapkan evakuasi bagi WNI yang ingin kembali ke tanah air.

Baca juga: KP2MI Siapkan Skenario Evakuasi PMI dari Timur Tengah

"Karena perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran," ucapnya.

Sebagai informasi, perang di Timur Tengah memanas usai Iran menjadi sasaran serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Serangan terjadi imbas pembicaraan terkait nuklir yang digelar di Jenewa, Swiss antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.

Israel menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi bahwa negaranya resmi menyerang Iran.

Baca juga: Kala Prabowo Kumpulkan Eks Presiden hingga Ketum Parpol, Apa yang Dibahas?

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam bergabung dengan Israel serang Iran.

Perang Israel dan Amerika dengan Iran ditandai dengan misil-misil yang menghujani langit Teheran.

Beberapa roket mengenai sejumlah titik vital, salah satunya kediaman di lingkungan Narmak, Teheran, tempat mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad tinggal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iran pun langsung membalas serangan Israel dan AS dengan menembakkan sejumlah misil ke lokasi yang terkait dengan operasi militer AS.

Beberapa pangkalan udara AS yang diserang adalah Al Udeid di Qatar, Pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Lupa Kejar Pahala Ramadan, Kajian Roblox Bahas FOMO Akhirat
• 4 jam laludetik.com
thumb
Langit Menyala di Tanah Persia
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bahlil Sebut 70 Persen Impor LPG RI dari AS, Timur Tengah Mulai Dikurangi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Jerat Bupati Pekalongan Jadi Tersangka Korupsi Bermodus ‘Perusahaan Ibu’
• 14 menit lalukumparan.com
thumb
Kena Boikot, ChatGPT Dikabarkan Kehilangan 1,5 Juta Pengguna
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.