Pemerintah Qatar menangkap 10 orang pada Selasa (3/3) waktu setempat. Mereka ditangkap karena diduga memiliki keterkaitan dengan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Kantor berita resmi negara, Qatar News Agency (QNA), melaporkan aparat membongkar dua sel yang diduga beroperasi atas nama IRGC di wilayah Qatar.
Dari 10 orang yang ditangkap, 7 orang disebut ditugaskan untuk memata-matai militer Qatar. Sementara 3 lainnya diduga dipersiapkan untuk melakukan tindakan sabotase dan telah dilatih menggunakan drone.
“Lokasi dan koordinat fasilitas dan instalasi sensitif, perangkat komunikasi, dan peralatan teknologi juga ditemukan dalam kepemilikan mereka,” tulis laporan QNA dikutip CNN, Rabu (4/3).
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara yang memiliki kerja sama militer dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS di QatarDalam perkembangan terpisah, Pemerintah Qatar menyatakan sebuah rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al Udeid. Al Udeid merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Qatar memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Otoritas pertahanan juga menyebut, telah mencegat satu rudal balistik lain yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Qatar.




