China secara tegas mengecam serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Beijing juga mendesak penghentian permusuhan secepatnya antara ketiga negara tersebut untuk kedamaian dari Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyampaikan sikap tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Ia mengatakan bahwa konflik hanya akan meninggalkan masalah berkepanjangan untuk Iran dan Israel.
Baca Juga: Iran Hanya Akan Beri 'Bahasa Pertahanan' ke Amerika Serikat (AS)
“Penggunaan kekuatan tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal itu sering kali menciptakan masalah baru dan meninggalkan konsekuensi jangka panjang yang serius,” ujar Wang, dikutip dari Xinhua.
Ia menambahkan bahwa nilai sejati kekuatan militer bukanlah di medan perang, melainkan dalam kemampuannya mencegah perang.
Wang juga menegaskan bahwa pihaknya percaya penyelesaian persoalan internasional dan regional harus ditempuh melalui dialog dan negosiasi.
Beijing juga menyatakan akan terus memainkan peran konstruktif guna meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.
Sikap China ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Gelombang serangan udara berujung ledakan yang mengguncang wilayah dari Teheran.
Iran sendiri melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer dari Amerika Serikat. Teheran juga memperketat aktivitas pelayaran di Strait of Hormuz.
Baca Juga: Israel Klaim Sudah Kuasai Hampir Seluruh Wilayah Udara Iran
Diketahui, dua puluh persen konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan dalam kawasan ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak global dan berdampak pada inflasi, termasuk bagi negara-negara importir energi seperti Indonesia.





