Bursa Asia Anjlok Lagi, KOSPI Korsel Ambles 6 Persen

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia kembali tergelincir pada Rabu (4/3/2026), di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Bursa Asia Anjlok Lagi, KOSPI Korsel Ambles 6 Persen. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia kembali tergelincir pada Rabu (4/3/2026), di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tekanan muncul setelah investor memangkas posisi yang dinilai sudah terlalu padat di emas dan saham produsen chip, seiring kekhawatiran perang yang meluas dapat memicu guncangan energi, mendorong inflasi, serta menunda pemangkasan suku bunga.

Baca Juga:
BEI Bidik Masuk Top 10 Bursa Global Lewat Demutualisasi 

Pasar saham Korea Selatan (Korsel), indeks KOSPI, anjlok 6,04 persen sehingga akumulasi penurunan dalam dua hari menembus 13 persen.

Aksi jual dipicu keluarnya dana cepat dan investor asing dari pasar yang sebelumnya melesat berkat lonjakan laba produsen chip memori yang terdorong tren kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
Perjanjian Dagang RI–AS Diklaim Masih dalam Koridor Kedaulatan Negara

Tekanan tersebut menyeret won ke level terendah dalam 17 tahun terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei Jepang turun 3,11 persen, memperpanjang pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut. Jepang dan Korea Selatan merupakan pengimpor energi utama sehingga sangat sensitif terhadap lonjakan harga minyak.

Baca Juga:
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Turun, Ini Daftarnya

Shanghai Composite merosot 0,76 persen, Hang Seng Hong Kong tergerus 1,44 persen, ASX 200 Australia melemah 1,86 persen, dan STI Singapura terdepresiasi 1,68 persen.

Kontrak berjangka (futures) minyak mentah Brent melonjak lebih dari 12 persen sepanjang pekan ini ke USD81,40 per barel.

Namun harga sempat terkoreksi dari level tertinggi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan jaminan asuransi bagi pengiriman di Teluk dan menyatakan angkatan laut kemungkinan mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz bila diperlukan.

Pasukan AS dan Israel telah menggempur Iran selama empat hari, sementara drone dan rudal Iran menghantam kilang minyak di kawasan Teluk serta kedutaan besar AS di Arab Saudi dan Kuwait.

“Konflik tampaknya akan berlangsung sedikit lebih lama dari yang diperkirakan semula. Bahkan terjadi eskalasi karena perang kini meluas hingga melibatkan sekutu AS,” ujar ahli strategi portofolio di Wilson Asset Management, Sydney, Damien Boey, dikutip Reuters.

Boey menambahkan, “Infrastruktur minyak terlihat menjadi sasaran serangan sehingga pelaku pasar harus mempertimbangkan berapa lama situasi ini akan berlangsung.”

Harga emas merosot sekitar 4,5 persen semalam dan dolar Australia melemah 0,8 persen, seiring pelaku pasar merealisasikan keuntungan untuk menutup kerugian di aset lain dalam pekan yang volatil.

Pada awal sesi Asia, emas mulai stabil di USD5.128 per  troy ons. Futures Wall Street AS dan Eropa juga mencoba bertahan, dengan futures S&P 500 stagnan dan futures Eropa naik 0,8 persen.

Di Wall Street, indeks memangkas penurunan yang lebih dalam, namun S&P 500 tetap ditutup melemah 0,8 persen akibat kekhawatiran harga minyak yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama.

“Isu terbesar yang sedang dipertimbangkan investor kembali pada keterkaitan antara inflasi dan suku bunga,” kata CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, Chuck Carlson. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Bekukan 436 Ribu Rekening Penipu dan Amankan Dana Rp566 Miliar
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Demutualisasi BEI jadi Jalan Pintas Menuju Bursa Kelas Dunia Lewat IPO Mandiri
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG melemah seiring "risk off" antisipasi naiknya harga minyak global
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
SDM Keuangan, Pilar Akuntabilitas Digitalisasi Birokrasi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Disorot Borneo FC, Persija Tegaskan Koordinasi OT di JIS Dimulai Sejak H-5 tetapi Akui Ada Keterlambatan Kirim Surat Resmi
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.