Liputan6.com, Jakarta - Menlu RI atau Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono bicara soal Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kembali kesediannya menjadi mediator untuk menurunkan eskalasi di Timur Tengah, usai serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Namun, hal tersebut dilakukan apabila Iran dan AS sepakat bernegosiasi untuk mengakhiri konflik.
Advertisement
"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (tak ingin ada negosiasi), ya kita kembalikan kepada mereka," ujar Menlu Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Dia menekankan kesiapan Prabowo dan Indonesia untuk menjembatani mediasi AS dan Iran. Dalam hal ini, Indonesia menawarkan diri sebagai mediaator untuk perdamaian.
"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," ucap Sugiono.
Sugiono mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran beberapa hari lalu. Sugiono menyampaikan sikap Indonesia yang menyesalkan gagalnya perundingan AS-Iran sehingga eskalasi perang meningkat.
"Beliau menelepon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran. Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi," ucap Sugiono.




