Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik dan mengambil sumpah untuk ratusan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Hari ini dilantik 521 pejabat fungsional dari 15 jenis jabatan pada 11 perangkat daerah. Seluruh proses pengisian jabatan ini telah dilaksanakan dengan prinsip meritokrasi yang adil, transparan, dan akuntabel,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
Ia menyebut, sebagian besar pejabat fungsional yang dilantik berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Karena itu, Pramono meminta mereka menjalankan tugas secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Pramono juga menekankan pentingnya peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dan kerapian kota, termasuk memastikan fungsi pedestrian tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Jajaran Satpol PP juga harus mampu menjaga ketertiban umum dan kerapian kota secara konsisten dengan memastikan fungsi pedestrian tetap terjaga sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain Satpol PP, Pramono turut memberi perhatian khusus kepada para guru yang juga dilantik.
“Kepada para guru yang dilantik hari ini, saya berharap dapat mengambil peran aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tutur Pramono.
“Pastikan proses pembelajaran berjalan profesional, adil, dan berorientasi pada pembentukan karakter sehingga sekolah menjadi ruang yang aman, inspiratif bagi generasi muda Jakarta,” lanjutnya.
Pramono menegaskan pelantikan pejabat merupakan bagian dari penguatan reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penguatan reformasi birokrasi yang berkelanjutan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berbasis kinerja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk terus memperkuat sistem meritokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Pramono meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk memiliki kesiapan dan sikap yang adaptif.
“Dengan memahami secara utuh tugas dan tanggung jawab jabatan serta mampu mengakselerasi program prioritas perangkat daerah sesuai dengan pembangunan Jakarta,” kata Pramono.
Ia juga mengharapkan dapat dibangunnya pola kerja yang inovatif dan berorientasi hasil.
“Dengan menghadirkan inovasi dan perbaikan berdampak nyata bagi kualitas pelayanan publik,” ungkap Pramono.
“Menjaga semangat bersinergi dan soliditas tim dengan membangun komunikasi yang terbuka, suasana kerja yang kondisif, serta bekerja dalam satu kesatuan untuk mencapai visi bersama,” lanjutnya.
Selanjutnya, para pejabat diharapkan menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas.
“Dengan tetap menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik, serta mengutamakan pelayanan publik yang berkualitas,” kata Pramono.
“Bekerja secara transparan dan akuntabel sehingga setiap keputusan dan upaya yang diambil dapat dipertanggungjawabkan serta menunjukkan kepercayaan masyarakat,” lanjut dia.





