Pansus 11 DPRD Kota Bandung Soroti Ancaman Penurunan Angka Kelahiran

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Bandung - Panitia Khusus (Pansus) 11 DPRD Kota Bandung terus menyempurnakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2025–2045.  Sejumlah masukan dari pemerintah pusat hingga dinamika kebijakan terbaru menjadi perhatian dalam penyusunan regulasi tersebut.

Anggota Pansus 11 DPRD Kota Bandung, Sherly Theresia, A.Md.Keb., S.ST., M.A.R.S., MM, mengatakan pembahasan sejauh ini telah menerima banyak masukan, termasuk dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dalam waktu dekat, pemerintah pusat juga disebut akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait grand design kependudukan.

Advertisement

BACA JUGA: Wali Kota: 75.000 Pelajar di Kota Bandung Terindikasi Alami Gangguan Kesehatan Mental

“Insya Allah akhir Maret segera selesai. Informasi terbaru, Juni atau Juli akan terbit Perpres tentang grand design kependudukan. Karena itu kita harus melakukan penyesuaian agar Raperda ini selaras dan bisa diturunkan menjadi Perwal maupun Perda,” ujarnya.

Menurut Sherly, sejumlah poin dalam draf awal telah disederhanakan dan disesuaikan agar lebih efektif serta tidak tumpang tindih dengan regulasi pusat. Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang disoroti adalah tren penurunan angka kelahiran di Kota Bandung.

Ia menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi struktur demografi kota dalam jangka panjang.

“Angka pernikahan relatif masih tinggi, tetapi keinginan memiliki anak justru menurun. Kalau ini terus terjadi, 10 tahun ke depan bisa saja struktur penduduk didominasi usia lanjut,” katanya.

Sherly menegaskan pentingnya edukasi kepada generasi muda mengenai kehidupan berkeluarga. Menurut dia, memiliki anak bukanlah beban jika dipersiapkan dengan baik.

 “Setidaknya dua anak cukup. Itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Perlu ada pemahaman bahwa menikah dan punya anak tidak seseram yang dibayangkan,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasca Laka Maut Moge di Kulon Progo, Bos Rokok HS Tanggung Biaya Perawatan Pengendara Jupiter dan Pendidikan Anak Korban
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Safari Subuh Wali Kota Makassar Perkuat Peran Pengurus Masjid dengan Bantuan Ramadan
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Alexander Volkanovski Prediksi Duel Panas Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 322 Berakhir KO, Siapa Tumbang?
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Surya Paloh Tegaskan RI Masih Jadi Anggota Board of Peace
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Prihatin Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Pemprov Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.