Riyadh: Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna membela keamanan nasional serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduknya di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini dikeluarkan dalam rapat kabinet seiring meningkatnya ketegangan regional akibat serangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran dan serangan balasan dari Teheran.
Rapat kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman melalui sesi virtual tersebut meninjau perkembangan terkini serta dampaknya terhadap keamanan regional dan internasional.
Berdasarkan laporan kantor berita Saudi, Press Agency (SPA), Rabu, 4 Maret 2026, pertemuan tersebut fokus pada eskalasi krisis yang tengah terjadi di kawasan Teluk.
Dalam pertemuan tersebut, kabinet membahas berbagai kontak diplomatik terbaru terkait krisis yang sedang berlangsung. Pemerintah Arab Saudi turut mengapresiasi pernyataan para pemimpin negara sahabat yang mengecam serangan Iran terhadap wilayah kerajaan, negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), dan Yordania.
Kabinet menegaskan kembali solidaritas penuh Arab Saudi terhadap negara-negara yang terdampak konflik tersebut. Sebagai bentuk komitmen, Riyadh berjanji untuk mengerahkan segala kemampuan yang diperlukan guna mendukung upaya respons dan pertahanan negara-negara sekutu di kawasan.
Langkah tegas ini diambil di tengah kekhawatiran global akan meluasnya perang terbuka antara aliansi AS-Israel dengan Iran yang dapat mengancam jalur pasokan energi dunia. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Arab Saudi Kutuk Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk, Minta Dunia Ikut Mengecam




