Strategi SiCepat Ekspres Bidik Kenaikan Pendapatan 25% pada 2026

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan jasa ekspedisi SiCepat Ekspres membidik kenaikan pendapatan atau revenue perusahaan sebesar 25% pada 2026, usai berhasil tumbuh 16% pada 2025. 

CEO SiCepat Ekspres Barry Lim menyampaikan, sejumlah strategi telah perusahaan siapkan. Mulai dari transformasi bisnis, ekspansi pasar di segmen B2B, penguatan jaringan retail, hingga layanan pengiriman internasional.

Penguatan lini bisnis melalui segmen B2B menjadi terobosan dengan layanan logistik yang secara khusus menangani kebutuhan layanan logistik rantai pasok dan distribusi hingga custom logistic

“Langkah ini diambil untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor manufaktur, FMCG, retail chain, serta industri lain yang membutuhkan distribusi skala besar  hingga kustomisasi proses logistik,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).

Selain penguatan B2B, SiCepat juga mengoptimalkan layanan pengiriman retail baik secara online maupun offline

Saat ini di online retail channel sudah tersedia SiCepat Apps dan SiCepat Dashboard untuk pengiriman di segmen C2C dan B2C.

Baca Juga

  • SiCepat Ekspres Akan Salurkan BHR untuk 18.000 Kurir, Nominal Naik 50%
  • Segmen Ekonomi Digital Masih Tunjang Kinerja SiCepat Ekspres
  • SiCepat Klaim Bisnis Melejit 18 Kali Lipat Berkat Digitalisasi UMKM

Di sisi lain, perusahaan juga memperluas cakupan service hingga internasional yang akan beroperasi mulai kuartal-2 tahun ini guna mendukung kebutuhan pengiriman lintas negara yang terus meningkat.

Perusahaan juga sedang memperluas jaringan retail offline melalui mitra Sales & Drop Point dengan cakupan pengiriman ke seluruh Indonesia pada kuartal-2 tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Commercial & External Affairs Director SiCepat Ekspres Imam Sedayu Pusponegoro menyampaikan saat ini masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terjangkau.

“Terutama di Papua, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan karena dari segi infrastruktur belum siap,” tambahnya.

Pasalnya saat ini untuk menjangkau daerah tersebut harus menggunakan pesawat dengan biaya yang cukup tinggi.

Untuk mewujudkan cakupan pengiriman 100% wilayah di Indonesia, SiCepat Ekspres akan berkolaborasi dengan mitra lokal maupun mitra logistik lain. Harapannya, dengan menjangkau lebih banyak wilayah akan sejalan dengan peningkatan volume.

“Akan ada demand yang tumbuh di daerah, volume meningkat, densitas makin rapat, dan utilisasi moda makin tinggi. Ketiak volume naik, biaya logsitik turun,” tuturnya.

Saat ini pun SiCepat Ekspres memiliki layanan pengiriman melalui kapal laut dengan biaya yang 50% lebih rendah, meski waktu pengiriman sedikit lebih lama ketimbang menggunakan pesawat.

Adapun sepanjang 2025, SiCepat Ekspres berhasil mencatatkan pertumbuhan gross profit mencapai 247% dan volume pengiriman mencapai 14% secara tahunan atau year on year (YoY).

Service level agreement (SLA) delivery tercatat mencapai 95% dengan rata-rata hari pengiriman seluruh jenis layanan dan seluruh pulau mencapai 6,5 hari—termasuk Papua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono Tegaskan Presiden Prabowo Ingin Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Airlangga Pastikan Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Patuhi Aturan Halal, Begini Penjelasannya
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolres Pelabuhan Makassar dan Wali Kota Makassar Sapa Warga dalam Gema Ramadan di Kecamatan Wajo
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Menonjol di Liga Belanda 2025/2026: Hubner, Nathan, sampai Miliano Memberi Bukti
• 11 jam lalubola.com
thumb
Klasemen Liga Inggris Usai Liverpool Takluk dari Wolves, Everton Tumbangkan Burnley
• 14 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.