Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Nabire
Aparat gabungan dari TNI–Polri, telah membongkar kamp yang diduga menjadi basis aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire. Di mana, sejumlah barang bukti penting turut diamankan.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Gustav Robby Urbinas, menegaskan bahwa penindakan ini dilakukan setelah adanya deteksi aktivitas mencurigakan kelompok bersenjata yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa proses hukum yang berjalan merujuk pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.
“Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” ucapnya kutip Rabu, 4 Maret 2026
“Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan, kelompok yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui bergerak dari wilayah Kimi menuju Nabarua.
“Di sekitar Kali Nabarua, mereka diduga membangun kamp untuk melakukan konsolidasi, menghimpun logistik, serta menyusun rencana aksi yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah Nabire,” kata dia
Pemantauan di lapangan, pihak kepolisian mendapati adanya individu bersenjata api laras panjang dan bangunan semi permanen yang diduga difungsikan sebagai markas.
Aparat dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun langkah taktis dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik dan pengintaian intensif sebelum mendekati lokasi.
“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.
Setelah situasi dapat dikendalikan, aparat menguasai kamp tersebut. Sementara anggota kelompok bersenjata melarikan diri ke kawasan hutan dan masih dalam pengejaran hingga kini.
Dalam operasi itu, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai jenis, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera, perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.
“Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.
Ia menjelaskan, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone.
Selain itu, dua magazen lainnya disebut sebagai hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.
“Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.
Aparat juga masih menelusuri sumber uang tunai yang ditemukan guna mengungkap jalur pendanaan kelompok tersebut.
Dalam insiden kontak tembak, satu anggota TNI dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan proyektil. Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, memastikan kondisi korban sudah tertangani.
“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Faizal Ramadhani, meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum terkonfirmasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.
Wakapolda Papua Tengah kembali menegaskan bahwa aparat gabungan masih melakukan penyisiran lanjutan di wilayah Kabupaten Nabire untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Editor: Redaktur TVRINews





