Grid.ID - Raisa dan Bubah Alfian nyaris terjebak di Dubai usai terjadi ketegangan bersenjata antara Isreal-As dengan Iran. Beruntung pesawat yang dinaikinya terbang 1 jam sebelum bandara ditutup.
Raisa dan Bubah Alfian menceritakan pengalamannya saat hampir terjebak di Bandara Dubai. Hal ini usai terjadi kekacauan di kawasan Timur Tengah akibat penyerangan Amerika dan Israel terhadap Iran.
Melalui unggahan Instagramnya, Bubah menuliskan bahwa sebelum pesawat berangkat, suasana masih terlihat biasa saja. Namun saat mendarat, mereka baru mengetahui ketegangan yang terjadi di udara.
"Sebelum naik pesawat kami masih bisa tersenyum. Saat mendarat, wajah sudah pucat. Alhamdulillah saya dan Yaya dalam lindungan Allah," tulisnya.
Atas hal itu, Bubah mengaku sangat lega. Ia akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.
"Ya Allah, hampir aja gak bisa terbang dan stuck di sana," tulisnya.
"Kami terbang kurang dari satu jam sebelum semuanya terjadi," imbuhnya.
Ribuan Penerbangan Batal
Seperti yang telah diketahui, serangan udara yang dilancarkan pasukan AS dan Israel ke wilayah Iran telah memicu respons balik dari Iran. Iran pun membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer serta wilayah sipil di beberapa negara Teluk.
Akibatnya, banyak negara yang menutup atau membatasi ruang udara demi keselamatan penumpang. Penutupan ruang udara dan dampak serangan telah menyebabkan ribuan penerbangan urung lepas landas dan kembali ke bandara, termasuk Dubai International Airport.
Dilansir dari Kompas.com, data menunjukkan bahwa ada puluhan ribu penerbangan di seluruh dunia yang mengalami gangguan akibat konflik. Termasuk di antaranya ada pembatalan, penundaan, dan rute ulang.
Setelah nyaris terjebak di Dubai usai terjadi ketegangan bersenjata antara Isreal-As dengan Iran, Raisa dan Bubah Alfian mengucap syukur. Keduanya beruntung karena pesawat yang dinaikinya terbang 1 jam sebelum bandara ditutup. (*)
Artikel Asli



