Tantangan dan Peran Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Sampah

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah sedang giat-giatnya mensosialisasikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah pada awal 2 Februari 2026. Munculnya Gerakan Indonesia ASRI mengindikasikan bahwa permasalahan sampah telah menjadi masalah nasional. Saat ini, merujuk pada data Kementerian LH/BPLH masih ada sekitar 400 kabupaten/kota di Indonesia yang menyandang status darurat sampah seperti Kota Bekasi, Tangerang Selatan, dan Bali.

Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah, baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, terutama rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah harian. Data pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa sampah rumah tanggga merupakan penyumbang terbesar sebagai sumber sampah, yakni sebesar 56.7%, kemudian disusul sampah pasar sebesar 13.65% dan sampah dari perniagaan sebesar 7.59%.

Beragam tantangan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Salah satunya adalah masih minimnya kesadaran masyarakat untuk meminimalisir timbulan sampah dan memilah sampah sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir. Merujuk pada polling yang dilakukan, dari 672 responden hanya 30.21% responden yang telah memilah sampah berdasarkan jenisnya, sementara 69.79% persen responden menjawab belum memilah sampah berdasarkan jenisnya. Hal tersebut mengindikasikan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, dan tentu saja hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pemangku kepentingan untuk ikut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Peran Perguruan Tinggi

Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) menuntut peran aktif perguruan tinggi di Indonesia guna menyukseskan gerakan tersebut. Tuntutan tersebut telah dituangkan melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2026 tentang Gerakan Kampus Aman, Sehat, Resik dan Indah tertanggal 10 Februari 2026. Melalui surat edaran tersebut, pemerintah, dalam hal ini Kemendiktisaintek mengajak perguruan tinggi untuk:

  1. Melaksanakan Gerakan Kampus Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) secara berkelanjutan;

  2. Pelaksanaan Gerakan Kampus ASRI mencakup kegiatan: (1) Kerja bakti secara rutin dan terjadwal di lingkungan perguruan tinggi; (2) Pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi secara mandiri; (3) Pemanfaatan bahan bangunan yang ramah lingkungan di perguruan tinggi

  3. Pimpinan perguruan tinggi menetapkan kebijakan internal serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Gerakan Kampus ASRI.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut, perguruan tinggi dituntut untuk ikut terlibat aktif, baik secara internal dan eksternal, agar Gerakan Indonesia ASRI berjalan dengan efektif. Pada tataran internal, perguruan tinggi memiliki program dalam bentuk kegiatan berupa kerja bakti, pengelolaan sampah secara mandiri, dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Selain itu, guna meminimalisir timbulan sampah, terutama sampah plastik, perguruan tinggi diharapkan memiliki kebijakan bagi semua warga kampus meliputi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan untuk membawa botol minum (tumbler) masing-masing. Selain itu, kebijakan lain adalah tentang pemilahan sampah di lingkungan internal kampus dengan tujuan untuk membudayakan pemilahan sampah dari sumber sampah.

Kemudian, peran eksternal perguruan tinggi dalam menyukseskan program Gerakan Indonesia ASRI adalah mengedukasi masyarakat, terutama masyarakat sekitar kampus. Edukasi masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi tentang daur ulang sampah, meminimalisir penggunaan plastik, dan pemilahan sampah dimulai dari rumah. Kegiatan edukasi masyarakat dapat dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat atau pemenuhan beban belajar di luar kampus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Kantongi Pasokan 84 Juta Ton Batu Bara, Listrik Aman hingga Agustus 2026
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pelaku Industri Hiburan Minta Dilibatkan Peraturan Teknis Perda KTR DKI Jakarta
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Akan Undang Ulama Berbuka Puasa Bersama di Istana
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Bitcoin Bergejolak Imbas Perang Timur Tengah, Investor Harus Apa?
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj Luncurkan Pilot Project One Stop Service Umrah di Asrama Cipondoh Banten
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.