Bisnis.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyatakan setidaknya dibutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk mendukung percepatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menjelaskan pendataan penguasaan lahan di kawasan TNTN menunjukkan sekitar 10.600 hektare dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Hingga kini, relokasi yang telah berjalan baru mencapai 633 hektare dengan 227 KK yang telah dipindahkan.
"Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya," ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), SF Hariyanto menekankan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kepastian hukum, kehati-hatian, dan stabilitas sosial.
Pendekatan yang ditempuh tidak hanya melalui pengamanan kawasan, tetapi juga penyediaan lahan alternatif yang sah secara hukum.
Pada tahap awal 2026, seluas 2.557 hektare lahan yang secara sukarela diserahkan kembali oleh masyarakat siap untuk direforestasi. SF Hariyanto optimistis pendekatan persuasif akan mendorong lebih banyak masyarakat mengikuti langkah serupa.
"Insyaallah, dengan pendekatan persuasif, dialog yang terbuka, serta kepastian solusi yang adil, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mengikuti langkah serupa," ujarnya.
Ke depan, TP2TNTN akan menjalankan tiga fokus secara paralel, yakni pengamanan dan penertiban kawasan secara terpadu, penyediaan lahan alternatif dengan kepastian hukum, serta reforestasi berbasis zonasi dan pengawasan berkelanjutan. Pemulihan TNTN ditargetkan tuntas pada 2028 dengan sasaran pemulihan sekitar 66.704 hektare.
SF Hariyanto menegaskan seluruh tahapan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, baik dari sisi kebijakan maupun pembiayaan.
"Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal," pungkasnya.




